Reformasi Sistem Kepartaian Dianggap Belum Optimal
Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini di Jakarta, Selasa (3/4). (Foto: MI/Rommy Pujianto).
Jakarta: Direktur Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Titi Anggraini menilai budaya pemilu saat ini belum merefleksikan semangat reformasi. Perludem mencatat ada sejumlah hal dalam sistem pemilu dan demokrasi yang belum sejalan dengan tujuan reformasi. 

Hal tersebut diungkapkan Titi dalam diskusi 'Catatan 20 Tahun Reformasi Pemilu'. Titi mengatakan salah satu permasalahan yang dihadapi dalam demokrasi saat ini adalah belum berjalannya reformasi di tubuh partai politik (parpol).

"Reformasi di sistem kepartaian kita belum terhubung dan belum memiliki koneksi yang optimal dengan reformasi kepemiluan," kata Titi di Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa, 29 Mei 2018. 


Menurutnya ada dua permasalahan dalam manajemen internal parpol saat ini. Pertama terkait transparansi dan akuntabilitas sumber pendanaan parpol.

Selain itu, sistem kaderasasi atau rekrutmen di tubuh parpol juga dianggap belum mencerminkan nilai-nilai demokrasi. 

"Dua persoalan ini saling berhubungan satu sama lain yang pada akhirnya bisa memicu disfungsi parpol dalam pendidikan politik dan kaderasisasi," pungkasnya. 

Selain itu sejumlah permasalahan lain seperti menguatnya praktik politik transaksional mulai dari jual beli suara, jual beli tiket pencalonan, hingga proses transaksi suap terhadap penyelenggara maupun hakim pemilu menghambat proses reformasi di tubuh parpol. 

"Oleh sebab itu, salah satu langkah untuk mewujudkan perbaikan di banyak hulu hingga hilir persoalan di Indonesia mesti dimulai dengan memperbaiki institusi partai politik kita," ujarnya. 

Kata Titi, mewujudkan sistem pemilu yang sejalan dengan tujuan reformasi bisa dimulai dengan memperbaiki manajemen internal parpol. Parpol harus memiliki sumber dana yang jelas dan transparan serta akuntabel. 

"Selain itu, parpol juga harus membangun sistem demokrasi internal yang adil dalam setiap proses pencalonan di kontestasi politik," pungkasnya. 



(HUS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id