Presiden Joko Widodo melantik menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakpus, Rabu, 23 Oktober 2019. Foto: Medcom.id/Desi Angriani
Presiden Joko Widodo melantik menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakpus, Rabu, 23 Oktober 2019. Foto: Medcom.id/Desi Angriani

Jokowi Harus Lihai Kelola Kabinet

Nasional Kabinet Jokowi-Maruf
Sri Yanti Nainggolan • 26 Oktober 2019 16:13
Jakarta: Kabinet Indonesia Maju yang berisikan 12 wakil menteri memberikan ujian bagi Presiden Joko Widodo. Pasalnya, kabinet ini merangkul semua unsur, mulai dari partai penguasa, partai yang tak lolos ke parlemen, hingga relawan.
 
"Ke depan, ini tantangan nyata apakah Jokowi bisa menunjukkan leadership (kepemimpinan)," kata Direktur Eksekutif Parameter Politik Adi Prayitno dalam diskusi di Jakarta, Sabtu, 26 Oktober 2019.
 
Menurut dia, jika dikelola dengan baik, Kabinet Indonesia Maju bakal dengan mudah mewujudkan visi misi Presiden. Perubahan-perubahan yang diinginkan pemerintah bisa dilakukan dengan cepat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebaliknya, jika tidak ditangani dengan baik, kabinet ini akan menjadi tekanan pada periode kepemimpinan kedua Jokowi. Keputusan melantik 12 wakil menteri menjadi paradoks dengan keinginan Jokowi merampingkan tingkat eselon.
 
Adi juga melihat adanya kekurangan pada kabinet gemuk ini, terutama pada sistem pengambilan keputusan penting. Dia menyebut keputusan sulit ambil dengan cepat karena ada banyak negosiasi dari kepentingan yang ada.
 
"Biasanya obesitas pada koalisi menandakan terjadi pelambatan dalam pengambilan keputusan, sama seperti kepemimpinan SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) pada periode kedua," pungkas dia.
 
Kabinet Indonesia Maju berisikan 34 menteri, empat pejabat setingkat menteri, dan 12 wakil menteri. Para menteri dilantik Rabu, 23 Oktober 2019. Sementara itu, para wakil menteri dikukuhkan Jumat, 25 Oktober 2019. Kabinet pun berisikan beragam latar belakang.
 
Dari kalangan profesional contohnya, eks Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD ditunjuk menjadi menteri koordinator politik, hukum, dan keamanan (menko polhukam). Bekas CEO GojekNadiem Makarim dipilih menjadi menteri pendidikan dan kebudayaan (mendikbud).
 
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang menjadi lawan Jokowi di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 juga dirangkul menjadi menteri pertahanan (menhan). Sementara itu, partai nonparlemen seperti Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mendapat kursi wakil menteri agraria.
 
Selain itu,Bendahara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Wahyu Sakti Trenggono, didapuk sebagai wakil menhan. Kepala Negara pun memilih Ketua Umum Relawan Pro Jokowi (Projo) Budi Arie Setiadi sebagai menteri desa, pembangunan daerah tertinggal dan transmigrasi.
 

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif