Ilustrasi kelompok pekerja beraktivitas di tengah pandemi virus korona (covid-19)/AFP
Ilustrasi kelompok pekerja beraktivitas di tengah pandemi virus korona (covid-19)/AFP

LIPI: Kebijakan Kembali Bekerja Berpotensi Tingkatkan Penularan Covid-19

Nasional Virus Korona
Antara • 12 Mei 2020 21:40
Jakarta: Peneliti Pusat Penelitian Kependudukan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Rusli Cahyadi menyebut rencana pemerintah mengizinkan orang berusia 45 tahun ke bawah kembali bekerja berpotensi meningkatkan penularan covid-19. Data menunjukkan mereka yang lebih muda memang lebih resisten terhadap virus korona, namun mereka sebagian besar tinggal bersama orang tua.
 
"Lansia di Indonesia pada umumnya tinggal serumah dengan anak-anak mereka atau bahkan tiga generasi. Dengan kondisi ini, potensi mereka yang asymptomatic akan menularkan ke mereka yang tua atau lansia akan sangat besar," kata Rusli, Selasa, 12 Mei 2020.
 
Menurut dia, orang berusia di bawah 45 tahun berpotensi menjadi pembawa virus tanpa gejala atau asimtomatik. Dia bercermin dari kasus di Italia, jumlah orang terinfeksi covid-19 sangat besar karena kultur mereka yang sangat dekat dengan kakek-nenek.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kontak fisik antara anak-anak muda yang doyan nongkrong di kafe (cafe culture), sehingga menjadi carrier korona, dengan kakek-nenek merekalah yang menyebabkan jumlah korban sangat tinggi di Italia," ujar dia.
 
Baca:Izin Aktivitas Warga 45 Tahun ke Bawah Demi Stabilitas Ekonomi
 
Menurut Rusli, para orang tua atau lansia di Indonesia biasanya tinggal satu rumah dengan anak-anak mereka, berbagi ruangan, kamar mandi, dapur, bahkan tidak jarang kamar tidur. "Ini adalah potensi besar penularan dan peningkatan korban".
 
Dia menduga pemerintah mempunyai masalah yang lebih besar dan lebih penting untuk diselesaikan ketimbang penyebaran korona. Sehingga, berencana mengizinkan orang berusia di bawah 45 tahun untuk kembali bekerja.
 
"Kemungkinan peningkatan jumlah orang yang akan tertular, sakit, dan meninggal karena virus ini rupa-rupanya kurang penting dibandingkan dengan (apapun) masalah tersebut," ujar dia.
 

(AZF)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif