Komisioner KPU Ilham Saputra (kanan)/MI/Mohamad Irfan
Komisioner KPU Ilham Saputra (kanan)/MI/Mohamad Irfan

Keterwakilan Perempuan Diakui Menjadi Persoalan Parpol

Nasional parpol
M Sholahadhin Azhar • 05 Maret 2018 20:33
Jakarta: Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) yang mewajibkan 30 persen keterwakilan perempuan di tubuh partai politik menjadi tantangan tersendiri. Hal tersebut kerap menjadi batu sandungan parpol menjadi peserta pemilu.
 
"Artinya kita bisa membandingkan bahwa partai lama saja (susah memenuhi keterwakilan) begitu. Apalagi partai baru? Jadi memang ini jadi masalah," kata Komisioner KPU Ilham Saputra di Jakarta Pusat, Senin, 5 Maret 2018.
 
Ia menjabarkan bagaimana keterwakilan perempuan tak pernah melebibi 30 persen. Kondisi itu juga ditemui di partai-partai lama, seperti Golkar. Padahal, partai-partai itu bisa menyiapkan jauh-jauh hari dan punya investasi yang jauh lebih lama ketimbang partai baru.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya tidak tahu apakah parpol dengan sengaja tidak punya kader perempuan yang mumpuni, atau tidak punya kader perempuan yang sulit sekali merekrut kader-kader perempuan," sebut Ilham.
 
Kondisi serupa juga ditemui saat verifikasi Partai Amanat Nasional (PAN). Partai pimpinan Zulkifli Hasan itu sempat dinyatakan belum memenuhi syarat karena kader perempuan kurang satu.
 
"Ya itu no problem sih. tapi kemudian segitu minim kah kader perempuan di parpol?" ucap Ilham.
 
Penyelenggara pemilu juga kekurangan daya dalam menyedot aspirasi perempuan. KPU telah membuka pendaftaran penyelenggara, namun hanya sedikit perempuan berminat. Misalkan di Jakarta, ada 82 peserta mendaftar yang terdiri dari 66 laki-laki dan 16 perempuan.
 
"Jadi memang untuk penyelenggara pemilu ini lebih sedikit peminatnya dari perempuan. Saya tidak tahu masalahya apa," keluh Ilham.
 

(OJE)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif