Sekjen Partai NasDem Johnny G. Plate/Medcom.id/Arga Sumantri
Sekjen Partai NasDem Johnny G. Plate/Medcom.id/Arga Sumantri

Tudingan Nasionalis Gadungan Bukan untuk Koalisi Petahana

Nasional pilpres 2019 pemilu serentak 2019
Arga sumantri • 14 Februari 2019 14:58
Jakarta: Sekjen Partai NasDem Johnny G Plate tak yakin tudingan 'nasionalis gadungan' yang dilontarkan Ketum PSI Grace Natalie ditujukan untuk parpol koalisi Jokowi-Ma'ruf. Namun, ia tak menampik sejumlah parpol gembar gembor soal nasionalis, pancasilais, hingga Bhinneka Tunggal Ika, namun 'menusuk' pilar kebangsaan.
 
"Saya enggak tahu apakah yang dimaksud Grace, kayaknya enggak ada tuh di koalisi 01 (Jokowi-Ma'ruf)," tegas Johnny kepada Medcom.id, Kamis, 14 Februari 2019.
 
Partai NasDem tak tersinggung. NasDem mengusung ideologi nasionalis religius. NasDem juga memiliki platform, sikap, dan konsistensi politik yang jelas.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lagipula, PSI merupakan mitra koalisi. NasDem tak menganggap PSI saingan.
 
"Saingan kami itu Gerindra, PAN, PKS, Demokrat," tegas dia.
 
Baca: Gerindra Nilai Grace Sindir PDI Perjuangan
 
Dalam pileg, NasDem dan parpol koalisi juga memiliki kebijakan internal yang tak bisa diganggu gugat. Setiap parpol koalisi Jokowi-Ma'ruf punya wewenang menerapkan strategi tertentu dalam mencari ceruk suara.
 
"Kami mencari sinergi pilpresnya dan ada keadaban politik di internal kami, itu yang kami jaga," ucap Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf itu.
 
Ketum PSI Grace Nathalie melontarkan pernyataan soal partai nasionalis gadungan. Hal itu disampaikan dalam pidatonya di Jogja Expo Center (JEC), Senin, 11 Februari 2019.
 
"Nasionalis gadungan adalah partai-partai yang mengaku nasionalis tapi rutin mengirim kader-kader mereka ke KPK karena mengorupsi uang rakyat," kata Grace.
 
PSI juga kerap melontarkan pernyataan kontroversial. Misalnya, kampanye soal penolakan perda berbasis keagamaan, hingga ingin mendorong deregulasi Peraturan Bersama Menteri tentang pendirian rumah ibadah. Sederet aturan itu dinilai berpotensi memelihara intoleransi.
 

(OJE)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif