Anggota Komisi I dari Fraksi Partai Golkar Christina Aryani. MI/M Irfan
Anggota Komisi I dari Fraksi Partai Golkar Christina Aryani. MI/M Irfan

Calon Dubes Harus Bisa Menjamin Perlindungan WNI di Luar Negeri

Nasional wni perlindungan wni DPR RI pandemi covid-19
Anggi Tondi Martaon • 13 Juli 2021 00:05
Jakarta: Komisi I DPR melakukan uji kepatutan dan kelayakan 33 calon duta besar (dubes) Indonesia untuk negara sahabat dan organisasi dunia. Fokus pembahasan ialah soal upaya perlindungan warga negara Indonesia (WNI).
 
"Kami juga menaruh perhatian khusus pada upaya perlindungan WNI kita di luar negeri, utamanya menyangkut akses terhadap vaksin dalam kondisi pandemi covid-19," kata anggota Komisi I Christina Aryani melalui keterangan tertulis, Senin, 12 Juli 2021.
 
Politikus Golkar itu menyampaikan calon dubes harus mampu memperjuangkan kepentingan nasional. Terutama dalam meningkatkan perekonomian Indonesia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Meningkatkan nilai ekspor dan kunjungan wisatawan, serta menarik investasi dan peluang-peluang bisnis lainnya," ungkap dia.
 
Baca: Lindungi WNI di Afghanistan, KBRI Kabul Susun Rencana Kontingensi
 
Komisi I juga melihat kedalaman wawasan calon dubes terkait negara atau organisasi internasional di penempatan nanti. Calon dubes harus piawai dalam menjalin komunikasi dengan pemerintahan setempat.
 
Anggota DPR dari Daerah Pemilihan DKI Jakarta II itu menyampaikan semua akan didalami dalam waktu terbatas. Sebab, uji kepatutan dan kelayakan dilakukan di tengah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat.
 
Dia berharap uji kepatutan dan kelayakan membuat Indonesia dapat mengirimkan calon dubes terbaik. "Sebagai perwakilan sebagai perpanjangan tangan pemerintah di luar negeri," ujar dia.
 
Berikut calon duta besar Indonesia yang menjalani uji kepatutan dan kelayakan;
 
1. Siswo Pramono (Australia, Vanuatu)
2. Pribadi Sutiono (Slovakia)
3. Bebeb A.K. Djudndjunan (Yunani)
4. Triyogo Djatmiko (Tanzania, Burundi, Rwanda)
5. Sunarko (Sudan)
6. Febrian A. Ruddyard (PTRI Jenewa)
7. Okto Dorinus Manik (Timor Leste)
8. Damos Dumoli Agusman (Austria, Slovenia, UNOV, UNODC, UNCITRAL, UNOOSA, UNIDO, IAEA, CTBTO, OFID, IACA)
9. Daniel TS Simanjuntak (Kanada, International Civil Aviation Organization)
10. Anita Lidya Luhulima (Polandia)
11. Suwartini Wirta (Kroasia)
12. Arrmanatha Nasir (PTRI New York)
13. Tatang B.U. Razak (Kolombia, Antigua, Barbuda, Barbados, St. Kitts dan Nevis)
14. Heru Subolo (Bangladesh, Nepal)
15. Gafur Akbar Dharmaputra (Ukrania, Armenia, Georgia)
16. Ina Hagniningtyas Krisnamurthi (India, Bhutan)
17. Fientje Suebo (Selandia Baru, Samoa, Tonga, Kep. Cook dan Niue).
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif