Bung Karno (Foto: dok. Arsip Nasional)
Bung Karno (Foto: dok. Arsip Nasional)

Sabam Sirait: Pendidikan Utama Politik Soekarno Persatuan dan Kepentingan Nasional

Nasional MPR Megawati Soekarnoputri
Rendy Renuki H • 14 Juni 2021 21:04
Jakarta: Presiden pertama RI Soekarno mempuyai banyak arti bagi bangsa dan rakyat Indonesia. Hal itu yang membuat anggota MPR RI Sabam Sirait menilai politik Soekarno adalah untuk persatuan dan kepentingan nasional.
 
Terbukti, Bung Karno sangat berarti dalam perjuangan melawan imperialisme dan persatuan nasional. Dia juga sangat berarti dalam perjuangan rakyat kecil dan dalam pembangunan nasional. 
 
"Nama Bung Karno juga mempunyai arti bagaimana mengutamakan kepentingan nasional, dan bagaimana mengelola sumber dalam alam serta kekayaan Indonesia dengan tidak semboro," kata Sabam Sirait kepada awak media saat diwawancrai terkait perayaan Bulan Bung Karno, Senin 14 Juni 2021 siang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Diketahui, Juni dikenal sebagai Bulan Bung Karno. Sebab pada 1 Juni 1945 Bung Karno membacakan pidato Pancasila yang kemudian menjadi dasar negara Indonesia. Bung Karno sendiri lahir pada 6 Juni 1901, dan meninggal dunia pada 21 Juni 1970.
 
Sabam, yang juga pendiri Partai Demokrasi Indonesia (PDI) pada tahun 1973 sebelum akhirnya berubah menjadi PDI Perjuangan pada 1998, sepanjang perkenalannya dengan Soekarno, mengatakan persatuan nasional merupakan hal pokok yang ada dalam pikiran dan tindakan Bung Karno.
 
Dalam setiap pidato atau tulisan-tulisannya, Soekarno selalu mengingatkan akan pentingnya persatuan nasional.
 
"Dengan bersatu kita bisa mengusir penjajah. Itu lah di antara pendidikan utama politik Soekarno agar rakyat bersatu, bersatu dan bersatu," kata Sabam sambil mengingatkan bahwa persatuan juga merupakan jalan untuk menghadapi pandemi Covid-19 secara bersama-sama.
 
Senator dari daerah pemilihan DKI Jakarta ini pun mengatakan bahwa ia mengenal dan mengagumi Bung Karno saat masih anak-anak. Ketika itu terjadi agresi Kolonial Belanda, sehingga Sabam kecil, bersama warga Pematang Siantar mengungsi ke Porsea di Tapanuli Utara.
 
Dalam pengungsian tiga hari tiga malam itu, para pemuda, termasuk anak-anak memakai lambang Merah Putih dengan gambar Soekarno atau Hatta.
 
"Saya merasa bangga memiliki 'Merah Putih' dengan gambar Bung Karno," kata Sabam, yang menerima Bintang Mahaputera Utama dari negara ini.
 
(ACF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif