Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. ANT/Puspa Perwitasari.
Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. ANT/Puspa Perwitasari.

Jokowi Disebut Mengerjakan Pekerjaan Rumah Orde Baru

Nasional presiden jokowi
Muhammad Syahrul Ramadhan • 20 Juni 2019 17:53
Jakarta: Politikus PDI Perjuangan Budiman Sudjatmiko menyebut Presiden Joko Widodo telah mengerjakan pekerjaan rumah (PR) Presiden kedua Indonesia Soeharto. Pekerjaan rumah itu berupa infrastruktur yang tak dibangun selama Orde Baru.
 
"Pak Jokowi menyelesaikan PR yang tidak dikerjakan pada rezim otoriter orba," kata Budiman dalam diskusi Ngopi Lagi Bareng bertajuk "Siapa Bisa Baca Jokowi" di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis, 20 Juni 2019.
 
Biasanya, pemerintahan otoriter gencar membangun infrastruktur fisik. Ia mencontohkan Jerman di bawah kepemimpinan Adolf Hitler dan Korea Selatan saat berada di bawah kekuasaan Park Chung Hee.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, pembangunan serupa itu tak terjadi selama 32 tahun kepemimpinan Soeharto. Setelah reformasi, pemerintah menggunakan sebagian besar anggaran untuk program sosial dengan memberikan subsidi.
 
"Subsidi ini subsidi itu (diberikan) karena bangunan (infrastruktur) fisiknya selesai," kata dia.
 
Baca: Jokowi Bagikan 3.200 Sertifikat Tanah ke Warga Gresik
 
Selama 32 tahun pemerintahan, Soeharto hanya membangun 60 kilometer jalan tol Jagorawi. "Artinya kita sudah memberikan kebebasan kita ke Orde Baru, tapi dia tidak menggantinya dengan infrastruktur," ujarnya.
 
Budiman mengatakan jika Soeharto sejujur Park Chung Hee, pemerintahan selanjutnya tak akan kelabakan memikirkan infrastruktur. Sehingga, pemerintahan berikutnya bisa fokus meningkatkan sumber daya manusia.
 
"Tapi kan ini tidak dikerjakan selama 32 tahun. Kayak enak 32 tahun tapi enggak ngerjain PR gitu," ungkapnya.
 
Presiden Jokowi pun harus mengerjakan dua PR sekaligus selama memerintah. Pada periode pertama, Jokowi telah menggeber pembangunan infrastruktur. Capres petahana itu berniat membangun sumber daya manusia di periode kedua.
 
"Jadi dua PR dikerjakan, membangun PR dia dan PR murid yang enggak pernah masuk sekolah," pungkas Budiman.

 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif