NEWSTICKER
Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

Kemampuan ASN Penghuni Ibu Kota Baru Wajib Mentereng

Nasional pemindahan ibukota Ibu Kota Baru
Cindy • 21 Januari 2020 11:28
Jakarta: Sebanyak 118.513 aparatur sipil negara (ASN) berusia maksimal 45 tahun bakal dipindah ke ibu kota baru negara di Kalimantan Timur (Kaltim). Namun, mereka bakal diseleksi berdasarkan kemampuan.
 
"Sedang dicek kembali kompetensi maupun background pendidikannya," kata Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo kepada Medcom.id, Selasa, 21 Januari 2020.
 
Menurut dia, jumlah ASN yang dikirim dari DKI Jakarta ke Kaltim kemungkinan kurang dari 118 ribu. Pasalnya, ASN yang tak sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan dianggap belum siap pindah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pemindahan ASN ini bakal menghabiskan Rp1,89 triliun. Namun, Tjahjo tak memerinci anggaran yang digunakan untuk pemindahan ASN tersebut.
 
"Soal anggaran (pemindahan ASN) pastinya masih bisa berubah," ucap Tjahjo.
 
Sementara itu, 118.513 ASN yang diboyong ke Kaltim meliputi beberapa kelompok usia. Ada 1.010 ASN berusia di bawah 20 tahun dan 21.084 ASN berusia 20-25 tahun
 
Selanjutnya, ada 17.907 ASN berusia 25-30 tahun, 26.666 berumur 30-35 tahun, dan 27.600 PNS berusia 35-40 tahun, dan 21.890 ASN berusia40-45 tahun. Total ada 116.157 ASN berdasarkan rentang usia ini.
 
Jumlah ASN yang dipindah ditambah dengan pejabat struktural di instansi pemerintah yang jumlahnya mencapai 2.356 orang. Angka ini terbagi menjadi jabatan pimpinan tinggi (JPT) utama 16 orang, 461 JPT madya, dan 1.879 JPT pratama.
 
Pemerintah memindahkan ibu kota ke sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Kaltim. Kontur lokasi ibu kota baru berbukit-bukit karena bekas hutan tanaman industri seluas 256 ribu hektare dengan kawasan inti 56 ribu hektare.
 
Ibu kota baru akan terbagi menjadi sejumlah klaster, yaitu klaster pemerintahan, klaster kesehatan, klaster pendidikan, serta klaster riset dan teknologi. Proses pembangunan ibu kota baru membutuhkan dana sedikitnya Rp466 triliun.
 
Porsi dana dari APBN mencapai Rp89,4 triliun atau sebesar 19,2 persen. Sisa dana mengandalkan kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) Rp253,4 triliun atau 54,5 persen dan swasta termasuk badan usaha milik negara (BUMN) Rp123,2 triliun atau 26,4 persen.
 
Pemerintah menyiapkan dua skenario untuk memindahkan ASN ke Kaltim. Pada skenario pertama, semua ASN yang berjumlah 182.462 orang dipindah tanpa mempertimbangkan kelompok usia dengan memakan anggaran Rp2,91 triliun.
 
Skenario ini dijalankan dengan asumsi kondisi kelembagaan kementerian/lembaga dan proses bisnis sama seperti sekarang. Selain itu, rekrutmen ASN baru harus berprinsip zero growth.
 
Sementara itu, skenario kedua memindahkan sebagian ASN. Pegawai yang menghuni ibu kota baru berusia maksimal 45 tahun yang berjumlah 118.513 orang dengan memakan anggaran Rp1,89 triliun.
 
Dengan skenario ini, asumsi yang dipakai yakni kelembagaan dan proses bisnis beralih menjadi smart government. Rekrutmen ASN baru pun berprinsip zero growth untuk lima tahun ke depan.
 

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif