Ilustrasi partai politik. Medcom.id
Ilustrasi partai politik. Medcom.id

Survei Elektabilitas Parpol: PDIP Turun, NasDem Naik

Anggi Tondi Martaon • 01 Desember 2022 18:45

Jakarta: Indikator Politik Indonesia merilis elektabilitas partai politik (parpol) berdasarkan hasil survei yang dilakukan pada 30 Oktober hingga 5 November 2022. Hasilnya, tingkat keterpilihan PDI Perjuangan (PDIP) turun dibandingkan survei sebelumnya.

"Ini trennya, jadi PDIP sedikit turun dibandingkan sebelumnya," kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi di Jakarta, Kamis, 1 Desember 2022.

Penurunan terlihat dalam tiga jajak pendapat terkait. Pada survei Agustus 2022, PDIP mendapat dukungan 26,6 persen. Kemudian, turun menjadi 26,0 persen pada jajak pendapat yang dilakukan pada September 2022.

Meski mengalami penurunan, PDIP tetap memuncaki dukungan. Pada survei teranyar, partai berlambang banteng moncong putih itu mendapat dukungan sebesar 23,5 persen.

Kondisi berbeda dialami Partai NasDem. Partai besutan Surya Paloh itu mengalami peningkatan dukungan dalam tiga kali survei yang dilakukan Indikator Politik Indonesia.

Baca Juga: Elektabilitas Anies Naik, Bergeser dari Pemilih Prabowo

Pada survei yang dilakukan Agustus 2022, NasDem memperoleh dukungan sebesar 4,0 persen. Kemudian, meningkat menjadi 4,4 persen pada jajak pendapat September 2022. 

Teranyar, NasDem mendapat dukungan 4,8 persen. Kenaikan tingkat keterpilihan itu tak terlepas dari deklarasi dukungan kepada Anies Baswedan untuk maju sebagai calon presiden (capres).

"NasDem baru mendapat insentif elektoral sedikit setelah mendeklarasikan Anies," ujar dia.

Berikut elektabilitas parpol dalam survei Indikator Politik Indonesia:

  1. PDI Perjuangan: 23,5 persen
  2. Gerindra: 11,0 persen
  3. Golkar: 10,5 persen
  4. Demokrat: 9,8 persen
  5. PKB: 8,2 persen
  6. PKS: 5,2 persen
  7. NasDem: 4,8 persen
  8. Perindo: 3,3 persen
  9. PAN: 2,3 persen
  10. PPP: 2,3 persen
  11. PSI: 0,6 persen
  12. PBB: 0,4 persen 
  13. Garuda: 0,3 persen
  14. Gelora: 0,2 persen
  15. Hanura: 0,2 persen
  16. Ummat: 0,2 persen
  17. Buruh: 0,1 persen
  18. PKN: 0,0 persen
  19. Lainnya: 0,9 persen
  20. Tidak tahu atau tidak menjawab: 16,1 persen.

Survei dilakukan pada 30 Oktober hingga 5 November 2022. Jumlah responden sebanyak 1.220 orang dengan penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling.

Adapun toleransi kesalahan atau margin of error survei tersebut lebih kurang 2,9 persen. Sedangkan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.


 
(AZF)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif