Koalisi Indonesia Bersatu di Kantor KPU. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.
Koalisi Indonesia Bersatu di Kantor KPU. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.

KIB Diminta Mewujudkan Politik Persatuan ke Dalam Program

Juven Martua Sitompul • 11 Agustus 2022 21:23
Jakarta: Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) berkomitmen menjaga stabilitas politik jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Terpenting, membuat pesta demokrasi lima tahunan itu tak diwarnai kejadian polarisasi seperti pada Pemilu 2019.
 
Direktur Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia (Puskapol UI) Aditya Perdana menilai semangat KIB ialah menyukseskan Pemilu 2024. KIB tak ingin polarisasi pada Pemilu 2019 terulang kembali.
 
"Saya pikir alasan yang diungkap KIB itu koridornya sama bahwa stabilitas politik-sosial itu kita tidak menginginkan terulangnya kembali polarisasi politik atau politisasi identitas yang memang marak di 2019," kata Aditya di Jakarta, Kamis, 11 Agustus 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Aditya menilai KIB sepatutnya menerjemahkan tekad dan semangat itu dalam wujud program dan kerangka kerja. "Makanya poinnya seharusnya lebih ke tawaran program. Pembedanya di sana. Tawaran program, itu jauh lebih penting," kata dia.
 
Menurut dia, semangat menjaga stabilitas politik itu menjadi kepentingan bersama bagi seluruh anak bangsa yang terlibat dalam pemilu. Pemilu yang jurdil dan demokratis harus diwujudkan bukan hanya kontestan, tapi juga penyelenggara dan pemilih. Semuanya benar-benar diajak untuk menjaga kesatuan dan persatuan.
 
"Jadi dalam koridor itu semua pihak yang ingin menjadi bagian dalam Pemilu 2024 punya kerangka yang sama," tegasnya.
 

Baca: Visi Misi KIB Bakal jadi Dasar Perjuangan


Aditya mengungkapkan semangat menjaga persatuan dan kesatuan sudah menjadi kesepakatan nasional. Hal itu patut dicatat sebagai semangat kolektif. Tidak elok jika semangat itu dilabelkan pada hanya satu pihak.
 
"Kalau soal menjaga kesatuan dan persatuan dan sebagainya itu kan sudah kesepakatan nasional. Jadi bukan kemudian dibelah dalam konteks itu (kontestasi). Kalau ada orang tidak mendukung itu? Berarti punya persoalan dong. Kan tidak juga begitu," ujarnya.
 
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif