Beras. Foto: MI/Jhoni Kristian.
Beras. Foto: MI/Jhoni Kristian.

Presiden Perintahkan Operasi Pasar Lebih Besar

Nasional pangan
Achmad Zulfikar Fazli • 27 Desember 2018 19:40
Jakarta: Presiden Joko Widodo memerintahkan jajarannya untuk menggelar operasi pasar yang lebih besar. Hal itu dinilai perlu dilakukan akibat adanya kenaikan harga beras, meskipun sedikit.
 
"Ada kenaikan sedikit beras, pada bulan Desember, tiga minggu terakhir. Tapi, kalau dihitung-hitung ya Rp40-Rp50 dari Rp11 ribu. Jadi enggak banyak sehingga Presiden memerintahkan operasi pasar lebih besar lagi. Nanti saya akan lihat tanggal 2 (Januari 2019) di Bulog (Badan Urusan Logistik) seperti apa," kata Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 27 Desember 2018.
 
Operasi pasar ini akan berlangsung di seluruh daerah, terutama di pasar-pasar di Jakarta. Pasalnya, pemerintah sejauh ini banyak mendapatkan laporan kenaikan harga beras di Jakarta.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Operasi pasar ini akan berlangsung selama satu bulan. Bulog biasanya menggelontorkan beras sebanyak 64 ribu ton per bulan atau sekitar 2 ribu ton dalam sehari.
 
"Itu sebagian di Jakarta, itu sebagian di daerah. Presiden mintanya yang naik turunkan lagi," ujar Darmin.
 
Direktur Utama Bulog Budi Waseso mengaku sampai saat ini masih menggelar operasi pasar di berbagai daerah. Hal itu diambil untuk menjaga stabilitas harga pangan.
 
Baca: Bulog-Pramuka Bersinergi Memutus Rantai Distribusi Pangan
 
Pria yang akrab disapa Buwas itu menyampaikan operasi pasar tersebut akan terus dilakukan hingga Maret 2019. Pasalnya, musim panen raya baru terjadi pada April-Juni 2019.
 
"Januari-Maret itu belum panen raya, nah sebelum itu kita mengantisipasi supaya tidak ada lonjakan harga, maka itu kita operasi pasar selama tiga bulan yang masif," papar mantan Kabareskrim itu.
 
Stok beras di gudang Bulog saat ini mencapai 2,2 juta ton lebih. Jumlah itu sangat cukup jika nantinya dilakukan operasi pasar. Pada masa panen raya stok beras akan terisi kembali.
 
"Mei-Juni kita panen raya, saya harus menyerap sebanyak mungkin dari petani," kata dia.
 

 

(OGI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi