Politik Dinasti Hambat Kemajuan Indonesia
Ketua Umum PSI Grace Natalie bersama Marsekal Muda (Purn) Robert Soter dan Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni.
Jakarta: Politik dinasti, hierarki, dan feodal dinilai menjadi salah satu penghambat kemajuan Indonesia. Di mana partai memilih wakil rakyat untuk maju sebagai caleg berdasarkan kedekatan dan kekeluargaan.
 
"Sebagaimana kita ketahui, politik dinasti, hierarki, dan feodal inilah yang menjadi `batu` penghambat menuju perubahan Indonesia," kata Marsekal Muda (Purn) Robert Soter di Basecamp DPP PSI, Selasa, 7 Agustus 2018.
 
Menurut Robert, untuk bisa menjangkau nasib orang banyak, tidak ada cara lain kecuali masuk politik dan merebut kekuasaan agar bisa mengambil kebijakan. Hal ini yang membuat dirinya maju menjadi caleg melalui PSI untuk dapil NTT I.
 
"Saya dan kita harus bisa memastikan anggaran APBN itu sampai ke rakyat. Kita berjuang (lewat kebijakan) dan kita kawal agar anggaran tidak dikorupsi. Karena bisa kita lihat berapa banyak kasus korupsi akibat politik dinasti," kata Robert.
 
Alasan Robert memilih PSI karena ia menganggap PSI partai baru yang egaliter dan bukan partai dinasti yang feodal. Ini semua memberikan peluang kepadanya untuk ikut melakukan perubahan untuk Indonesia.
 
"Jujur saja, dari segi partai, ini partai yang egaliter dan tidak ada hierarki. Ini bukan partai yang dinasti, apalagi feodal," ujarnya.

Baca: Ada 58 Politik Dinasti di Indonesia

Ketua Umum PSI Grace Natalie mengatakan bergabungnya Robert menambah energi PSI. "Saya bersyukur. Tidak akan lebih mudah. Tapi, kalau bersama-sama kita akan lebih kuat," kata Grace.
 
Perjalanan hidup Robert, kata Grace, juga mengagumkan. Dari anak desa, bisa sampai bintang dua di TNI AU. Semua itu bisa menginspirasi anak-anak muda di PSI.
 
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pelita Harapan Aleksius Jemadu mendukung langkah Robert yang dinilianya berani. "Pengalaman kepemimpinannya yang luas di bidang militer akan memberikan bekal untuk menjadi wakil rakyat yang mumpuni, berintegritas, dan memperjuangkan kepentingan rakyat," ujar pengamat politik luar negeri ini.
 




(FZN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id