Klaim Ijtima Ulama Mencederai Gerakan Moral 212 dan 411

Media Indonesia 21 September 2018 08:23 WIB
pilpres 2019
Klaim Ijtima Ulama Mencederai Gerakan Moral 212 dan 411
Ribuan umat Islam mengikuti acara Reuni Alumni 212 di kawasan Monas, Jakarta Pusat. Foto: MI/Arya Manggala.
Jakarta: Klaim Ijtima Ulama GNPF-Ulama yang membawa-bawa gerakan 212 dan 411 saat memberikan dukungan kepada Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019 dianggap mencederai gerakan moral umat Islam 212. Gerakan itu dianggap tak tersangkut politik.

"Karena gerakan 212 atau 411 adalah murni gerakan moral, bukan politik kekuasaan yang dilakukan Ijtima Ulama itu," kata mantan Ketua PB Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Mulyadi P Tamsir saat memberikan keterangan bersama Elemen Muda 212 di Jakarta, Kamis, 21 September 2018.

Selain Mulyadi, Elemen Muda 212 yang tergabung ialah Ketum DPP IMM 2014-2016 Beny Pramula, Ketum PB PII 2015-2017 Munawir Khalil, Ketum DPP IMM 2012-2014, dan Ketum PP GPII 2013-2017 Karman BM.


Saat aksi 212 berlangsung, Mulyadi selaku Ketua PB HMI menggerakkan banyak elemen muda dan mahasiswa untuk terlibat dalam aksi 212. Dia pun meminta para peserta aksi 212 dibiarkan bebas memilih di Pilpres 2019.

"Jadi kalau kita bicara peran dalam aksi, tidak ada yang bisa mengklaim. Jadi biarkan saja peserta 212 memilih siapa pemimpinnya sesuai hati nurani masing-masing," jelas Mulyadi.

Menurutnya, Ijtima Ulama silakan saja memilih dukungan politik, tapi jangan membawa-bawa kelompok atau gerakan 212 atau 411. "Kita tidak ingin merusak umat Islam yang berjuang dengan tulus lalu dimanfaatkan untuk dukungan politik. Ini yang tidak boleh."

Seperti diketahui, Ijtim Ulama GNPF-Ulama untuk memberi dukungan kepada Prabowo-Sandi beberapa waktu lalu juga mengklaim gerakan 212 dan 411. Pada kesempatan itu, Ijtima Ulama juga mengikat kontrak politik dengan Prabowo dalam bentuk poin-poin pakta integritas.

Baca: Jokowi Teken Perpres Pengamanan Capres dan Cawapres

Terkait kontrak politik itu, Ketua Progres 98 Faizal Assegaf menanggapi soal Prabowo yang berjanji memulangkan petinggi Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab. Hal itu disampaikannya di akun Twitter @FaizalAssegaf, Minggu, 16 September 2018. 

Faizal menautkan berita tentang dukungan Ijtima Ulama kepada Prabowo yang bersedia pulangkan Rizieq Shihab. Menurut Faizal, hidup Rizieq Shihab dan keluarga di Arab Saudi bahagia. 

Mereka juga bebas pulang kapan saja ke Indonesia. Faizal mempersilakan Prabowo jika ingin menjemput Rizieq dan tak perlu menggunakan kontrak politik.

"Setahu saya, Rizieq hidup bahagia dengan keluarga di Arab Saudi dan bebas untuk pulang ke Indonesia," kata dia.



(OGI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id