Kebangkitan PKI Hanya Ilusi
Boni Hargens. Foto: MI/Mohamad Irfan.
Jakarta: Informasi mengenai kebangkitan PKI dinilai hanya ilusi. Sebagai organsiasi terlarang di Indonesia, PKI tidak akan bangkit kembali.
 
"PKI sudah selesai. Kalau hari ini ada yang mengatakan indikasi-indikasi komunis, kita lawan. Tapi pertanyaan di mana? Ada di masyarakat atau di kepala?," kata pengamat politik Boni Hargens dalam diskusi bertajuk Membedah Agenda Politik PKI dan Khilafah di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu, 13 Oktober 2018.
 
Menurutnya, ada oknum-oknum yang sengaja menggoreng isu PKI dengan mengaitkan pemerintahan Presiden Joko Widodo. Hal itu, kata dia, terbukti pada 10 tahun pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak ada sama sekali isu terkait kebangkitan PKI.
 
"Kalaupun ada, tidak sekencang hari ini. Kenapa ketika Jokowi jadi presiden tiba-tiba diskursus itu muncul seakan-akan PKI ini ancaman nyata," ujar Boni.
 
Menurut Boni, yang mengancam ideologi Pancasila saat ini adalah ideologi radikal. Mereka, kata Boni, secara terang-terangan menebar teror di tengah masyarakat.
 
"Yang kongkret itu JAD (kelompok teroris Jamaah Ansharut Daulah), ada kelompok teror. HTI juga sudah dibubarkan sebagai organisasi, tetapi HTI sebagai kumpulan orang kan enggak bisa dibubarin. Sebagai idiologi enggak bisa dibubarin, artinya masih bisa menjadi gangguan sistem negara kita untuk mereka bisa mewujudkan khilafah," kata Boni.

Baca: SMRC: Isu Kebangkitan PKI Digerakkan Kekuatan Politik

Boni menegaskan, PKI adalah ilusi yang dibangun untuk dijadikan wacana politik mendekati Pilpres 2019. Boni mengajak masyarakat berhati-hati agar bisa membedakan pandangan ilusi dengan faktual.
 
"Kebangkitan PKI ini wacana politik yang dibangun karena eskalasi politik yang semakin mendekati pilpres. Negara ini adalah negara demokrasi, rule of the law. Jadi kita bicara aturan main," katanya.






(FZN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id