Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR Willy Aditya. Medcom.id/Arga Sumantri
Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR Willy Aditya. Medcom.id/Arga Sumantri

RUU TPKS Hukum Pelaku Pedofil Lebih Berat Hampir 2 Kali Lipat

Nasional Antikekerasan Seksual pedofilia DPR RI RUU PKS kekerasan seksual
Putra Ananda • 07 September 2021 18:19
Jakarta: Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR Willy Aditya menegaskan tindak pidana kekerasan seksual pada anak atau pedofil akan diatur lebih rinci dalam Rancangan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (RUU TPKS). Kekerasan seksual pada anak akan menjadi faktor pemberat hukuman pidana.
 
"Nanti jadi suatu hal pemberat karena ada beberapa materi pemuatan yang kita bahas dari pemberatan tindak pidana seperti penambahan hukuman," kata Willy saat dihubungi di Jakarta, Selasa, 7 September 2021.
 
Politikus NasDem itu mengungkapkan Baleg DPR terus menampung masukan dari masyarkat terkait pembahasan RUU TPKS. Termasuk masukan yang menginginkan penambahan hukuman pidana bagi pelaku pedofil.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau ada masukan dari teman-teman nanti akan kita tampung. Begitupun soal pedofil," tutur dia.
 
Draf RUU TPKS Bab II Pasal 4 mengatur Setiap orang yang melakukan pemaksaan untuk melakukan hubungan seksual akan mendapatkan hukuman pidana penjara paling lama 12 tahun dan denda maksimal Rp500 juta. Pasal 7 huruf f dijelaskan Hukuman pidana akan ditambah 1/3 lebih berat apabila pemkasaan hubungan seksual dilakukan terhadap seseorang yang berusia di bawah 18 tahun.
 
Sementara itu, Pasal 8 menyebut Selain pidana penjara dan pidana denda, pelaku TPKS dapat dijatuhkan pidana tambahan berupa pencabutan hak asuh anak atau pengampuan, pengumuman identitas pelaku, perampasan keuntungan yang diperoleh dari tindak pidana, pembayaran restitusi, dan atau pembinaan khusus.
 
Pengamat hukum pidana yang juga mantan hakim, Asep Iwan Iriawan, menjelaskan pelaku pedofil sebaiknya diberikan hukuman kebiri. Kasus pedofil berkaitan dengan moralitas, sensitifitas, dan trauma yang mendalam bagi korban yang masih berusia anak-anak.
 
"Korban kan masih anak-anak masih hidup. Kalau pelakunya disambut begitu meriah, ya dampaknya bisa memengaruhi ke psikologis korban," papar Asep.
 
Asep menuturkan pelaku pedofil maupun kejahtan seksulaitas lain cenderung berpotensi mengulangi perbuatan meski telah dihukum. Dia menilai tindak pidana pedofil perlu mendapatkan hukuman berat dari sekadar hukuman pidana berupa kurungan.
 
"Dikhawatirkan berulang pada korban atau anak-anak lainnya. Jangan sampai pelaku pedofil ini ada pembenaran, ada pemaafan. Itu yang berbahaya dampaknya bagi anak-anak nanti," tegas Asep.
 
(Baca: DPR Didesak Mengembalikan 9 Jenis Kategori Kekerasan Seksual)
 
Hai Sobat Medcom, terima kasih sudah menjadikan Medcom.id sebagai referensi terbaikmu. Kami ingin lebih mengenali kebutuhanmu. Bantu kami mengisi angket ini yuk  https://tinyurl.com/MedcomSurvey2021 dan dapatkan saldo Go-Pay/Ovo @Rp 50 ribu untuk 20 pemberi masukan paling berkesan. Salam hangat.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif