ilustrasi/medcom.id
ilustrasi/medcom.id

Misi DPD Amendemen UUD 1945

Nasional politik Undang-Undang DPD Amendemen UUD 45
Anggi Tondi Martaon • 04 Desember 2021 10:14
Jakarta: DPD mendukung amendemen terbatas Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Yakni, memperkuat posisi lembaga perwakilan daerah tingkat pusat tersebut dalam tugas dan fungsinya. 
 
"Peran dan posisi DPD RI perlu diperkuat," kata Ketua DPD RI, AA La Nyalla Mahmud Mattalitti, melalui keterangan tertulis, Sabtu, 4 Desember 2021. 
 
Eks Ketua Umum (Ketum) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) itu menyampaikan amendemen UUD 1945 pernah dilakukan pada 1999 hingga 2002. Tujuannya agar Indonesia lebih demokratis, sekaligus mengkoreksi kelemahan beberapa ketentuan di dasar konstitusi Indonesia tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Yang terjadi kemudian, sistem tata negara Indonesia berubah total," ungkap La Nyalla.
 
Menurutnya, MPR tidak lagi menjadi lembaga tertinggi negara. Utusan daerah dan golongan dihapus yang kemudian menjadi DPD. 
 
Mandat rakyat kemudian diberikan kepada dua ruang politik, yaitu Parlemen dan Presiden. Di mana masing-masing bertanggung jawab langsung kepada rakyat melalui mekanisme pemilu.
 
Baca: Presiden Tiga Periode Dikhawatirkan Otoriter
 
"Nah, DPD yang merupakan perubahan dan penyempurnaan wujud dari utusan daerah dan golongan justru kehilangan hak dasar sebagai pemegang Daulat rakyat yang didapat melalui pemilu," sebutnya.
 
Padahal DPD sama-sama berkeringat seperti partai politik. DPD yang sebelum amendemen UUD pertama sampai empat juga memiliki mandat rakyat untuk memilih presiden dan wakil presiden. 
 
"Setelah amendemen 1 sampai 4, DPD tidak mempunyai hak itu. Inilah yang saya sebut kecelakaan hukum yang harus dibenahi. Hak DPD RI harus dikembalikan atau dipulihkan," tegas La Nyalla 
 
Dia menegaskan hak DPD harus dikembalikan. Terutama dalam mengusung calon presiden dan wakil presiden.
 
"Sejak amendemen tahun 1999 hingga 2002, hanya partai politik yang bisa mengusung calon pemimpin bangsa ini," ujar La Nyalla.
 
(NUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif