Ilustrasi KPK. Foto: MI/Susanto
Ilustrasi KPK. Foto: MI/Susanto

Empat Tantangan Pimpinan Baru KPK

Nasional Pimpinan Baru KPK
Fachri Audhia Hafiez • 14 September 2019 06:10
Jakarta: Pengamat hukum Bayu Dwi Anggono mengatakan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019-2023 bakal menghadapi tantang berat. Ia mencatat setidaknya ada empat tantangan yang bakal dihadapi para pimpinan KPK yang baru dipuilih DPR.
 
Tantangan pertama yakni mengembalikan kepercayaan publik atas proses seleksi calon pimpinan KPK yang dianggap penuh masalah tersebut. Kedua, para pimpinan KPK terpilih juga harus bisa membuktikan sebagai figur-figur yang independen.
 
"Meskipun kemarin disebut berkompromi dengan DPR saat menandatangani surat pernyataan dengan DPR, namun bukan berarti sekarang mereka akan tunduk kepada kehendak DPR utamanya soal revisi Undang-Undang KPK," kata Bayu seperti dilansir Antara, Sabtu, 14 September 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Direktur Pusat Pengkajian Pancasila dan Konstitusi (Puskapsi) Fakultas Hukum Universitas Jember menambahkan, tantangan ketiga yakni merangkul pegawai dan insan KPK agar bisa bekerja mendukung mereka. Sebab, beberapa waktu terakhir pegawai KPK tampak jelas memberikan penolakan terhadap sejumlah nama yang diloloskan oleh panitia seleksi dan pilihan DPR.
 
Tantang keempat yakni melanjutkan kerja pemberantasan korupsi yang sudah efektif dilakukan pimpinan KPK periode 2015-2019. Agus Rahardjo cs dinilai tidak pandang bulu dalam melakukan pemberantasan korupsi.
 
"Baik itu terhadap oknum anggota DPR/DPRD, menteri, aparat penegak hukum, kepala daerah, penyelenggara negara lainnya, dan swasta," ujarnya.
 
Bayu mengaku cukup berharap banyak terhadap koleganya yang terpilih sebagai pimpinan KPK, Nurul Ghufron. Dekan Fakultas Hukum Universitas Jember jadi satu-satunya pimpinan KPK periode 2019-2023 dari unsur perguruan tinggi.
 
"Selama ini perguruan tinggi selalu dikenal dengan nilai-nilai objektifitas, independensi, keberanian dan keberpihakan kepada kepentingan umum," ucap Bayu.
 
Ia berharap Nurul Ghufron mampu menjawab sejumlah penolakan masyarakat dengan kinerjanya. Ia menilai Ghufron harus bisa menempatkan diri sebagai figur yang mampu menangkap aspirasi publik dan memperjuangkannya. Utamanya, aspirasi perguruan tinggi dan masyarakat.
 
"Jika ternyata kemudian Pak Ghufron tidak mampu menangkap aspirasi dari kalangan perguruan tinggi maupun masyarakat tersebut dan justru turut serta dalam upaya pelemahan KPK," ungkapnya.
 
DPR telah memilih lima pimpinan KPK periode 2019-2023. Mereka yang terpilih berasal dari beragam latar belakang, yakni Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, Kapolda Sumatra Selatan Irjen Firli Bahuri, hakim Pengadilan Tinggi Denpasar Nawawi Pomolango, advokat Lili Pintauli Siregar, dan Dekan Fakultas Hukum Universitas Jember (Unej) Nurul Ghufron.
 
Pemilihan dilakukan melalui mekanisme pemungutan suara yang diikuti oleh 56 anggota Komisi III. Setiap anggota Komisi III diberikan kertas suara untuk memilih lima dari 10 calon pimpinan KPK.
 
Setelah terpilih lima nama capim KPK, Komisi III langsung menggelar pemilihan ketua KPK jilid V. Firli terpilih jadi pimpinan tertinggi Korps Antirasuah.
 

(AGA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif