Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin bersama menteri Kabinet Indonesia Maju. Foto: Medcom.id/Damar Iradat
Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin bersama menteri Kabinet Indonesia Maju. Foto: Medcom.id/Damar Iradat

Menteri Perempuan Berkurang

Nasional Kabinet Jokowi-Maruf
Damar Iradat • 23 Oktober 2019 11:40
Jakarta: Jumlah menteri perempuan di Kabinet Indonesia Maju berkurang. Total, ada lima menteri perempuan pada kabinet periode 2019-2024.
 
Mereka yakni Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah, dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar.
 
Porsi menteri perempuan di Kabinet Indonesia Maju lebih sedikit dibanding porsi menteri perempuan di Kabinet Kerja. Lima tahun lalu, ada sembilan menteri perempuan di awal pembentukan kabinet kerja.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mereka adalah Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri PPA Yohanna Yambesie, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. Kemudian, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Kesehatan Nila F. Moeleok, dan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa.
 
Seiring berjalannya waktu, Jokowi mengganti Khofifah. Dia mundur lantaran maju dalam Pilkada 2018. Posisinya digantikan oleh Agus Gumiwang.
 
Jokowi mengumumkan susunan kabinet yang berisi 34 menteri dan empat pejabat setingkat menteri pagi tadi. Presiden Joko Widodo mewanti-wanti para menteri Kabinet Indonesia Maju tidak korupsi.
 
"Saya minta jangan ada yang korupsi. Ciptakan sistem yang menutup celah korupsi," kata Jokowi di Istana Merdeka, Rabu, 23 Oktober 2019.
 
Jokowi mengingatkan menteri-menteri tidak membuat visi dan misi tersendiri. Dia menegaskan visi dan misi menteri harus sesuai dengan presiden dan wakil presiden.
 
Jokowi juga meminta para menteri bekerja cepat, keras, dan produktif. Menteri diminta tak terjebak pada rutinitas monoton.
 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif