Ketua Komite II DPD Yorrys Raweyai. MI/Rommy Pujianto
Ketua Komite II DPD Yorrys Raweyai. MI/Rommy Pujianto

Permasalahan Papua Harus Diselesaikan Secara Dialog, Bukan Militer

Nasional Papua kelompok bersenjata di papua otonomi khusus papua
Anggi Tondi Martaon • 28 April 2021 02:47
Jakarta: Gejolak yang terjadi di Papua dinilai bentuk kesalahan penanganan. Baik dari segi pengamanan hingga pembangunan di Bumi Cendrawasih.
 
Ketua Forum Komunikasi dan Aspirasi MPR untuk Papua Yorrys Raweyai menyampaikan pendekatan keamanan tidak akan pernah menyelesaikan persoalan. Penempatan aparat dinilai menimbulkan masalah baru.
 
"Papua bukanlah wilayah darurat semi militer, apalagi darurat militer," kata Yorrys dalam keterangan tertulis, Selasa, 27 April 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ketua Komite III DPD itu mengatakan masyarakat Papua membutuhkan ketenangan. Bukan kekuasaan yang menjadikan mereka objek persoalan yang hendak dibasmi dan ditumpas.
 
Yorrys menilai pemerintah juga perlu mengembalikan entitas dan jati diri Undang-Undang (UU) Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus (Otsus) Papua. Sebab, kekhususan Papua telah diamputasi secara perlahan pasca perubahan pertama.
 
"Kekhususan Papua yang ada saat ini hanyalah apa yang diterima oleh paradigma kekuasaan, bukan apa yang sejak awal dirancang bersama sebagai solusi politik," sebut dia.
 
Baca: Legislator: Pelabelan Teroris Bukti Ketidakmampuan Memberantas KKB
 
Dia menyampaikan kondisi seperti ini dibutuhkan suasana dialogis. Menurut dia, dialog tak bisa ditawar.
 
Dia menilai perlu mediator yang mampu berperan sebagai penengah dalam dialog. Mediator harus mampu menjembatani pihak berkepentingan dalam urusan Papua.
 
"Setelah itu, kita bisa melakukan langkah-langkah konkret masa depan untuk menghentikan kekerasan dan membangun Papua," ujar dia.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif