PKS Minta Gerindra tak Tutup Kuping
Wakil Ketua Depan Syuro PKS Hidayat Nur Wahid. Foto: MI/Adam Dwi
Jakarta: Wakil Ketua Depan Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid menghormati sikap kukuh Partai Gerindra yang ingin mendorong Prabowo Subianto sebagai calon presiden di 2019. Tapi, Gerindra juga harus mempertimbangkan aspirasi PKS soal kursi cawapres.

"Gerindra punya sikap politik kami juga paham, PKS juga punya sikap politik yang penting dipahami oleh semuanya," kata Hidayat di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat 4 Mei 2018.

Semestinya, kata Hidayat, Gerindra harus memahami syarat utama pencalonan presiden 2019 harus 20 persen suara sah nasional. Tidak ada satu partai pun yang memenuhi suara tersebut. Sekalipun PDI Perjuangan sebegai pemenang pemilu 2014.


"Gerindra juga enggak bisa memenuhi harus berkoalisi juga. Jadi kita harus saling mendengar lah," ujarnya.

Baca juga: PKS Bantah Ultimatum Gerindra Terkait Cawapres

Dengan saling memahami dan mendengarkan, PKS meminta segala keputusan dapat dirapatkan bersama sebagai partai koalisi. Hidayat membantah partainya mengultimatum Gerindra agar segera menunjuk kadernya sebagai cawapres.

"Kita perlu saling mendengar dan PKS sudah menyampaikan pendapatnya. Nanti bagaimana keputusannya ya kita rapat  bersama. Jadi itu sama sekali bukan ultimatum, juga bukan mendikte," jelas Hidayat.

Baca juga: Prabowo Diminta Segera Deklarasikan Capres dan Cawapres

Dalam waktu dekat partainya akan kembali mengadakan pertemuan dengan Prabowo Subianto. PKS masih menunggu sikap politik Prabowo.

"Pak Prabowo waktu itu menjanjikan akan bertemu lagi dengan PKS dan kita menunggu realisasi apa yang dikomitmen oleh Prabowo," kata dia.



(MBM)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360