TKN Minta Maaf Relawan Jokowi-Ma'ruf Provokasi SBY
Direktur Program TKN Jokowi-Ma'ruf, Aria Bima/MI/Rommy Pujianto
Jakarta: Tim Kampanye Nasionnal (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin meminta maaf karena relawan mereka disebut memprovokasi Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).  Direktur Program TKN Jokowi-Ma'ruf, Aria Bima, sudah berkomunikasi dengan Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Demokrat Syarief Hasan terkait walk out-nya SBY dari penandatanganan prasasti kampanye damai.

Dalam komunikasi melalui sambungan telpon tersebut, Aria menyampaikan permohonan maaf. "Saya sudah menyampaikan mohon maaf atas nama TKN yang mendapatkan tugas kampanye damai hari ini. Saya langsung menyampaikan mohon maaf kalau tadi (deklarasi damai) ada sesuatu yang membuat Pak SBY kurang berkenan," ujar Aria di Rumah Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu, 23 September 2018.

Ia juga segera mengklarifikasi langsung benarkah ucapan provokasi dilontarkan relawan. Aria tak mau persoalan ini berlarut-larut.


"Pada saat keluar kata-kata yang terlontar menurut pengakuan Andi Arief (Wasekjen Partai Demokrat) di Twitter-nya, terutama dari teman-teman Projo (Pro Jokowi), kami akan langsung cek ke Budi Arie (Ketua Umum Projo)," terang dia.

Baca: SBY Walk Out dari Kampanye Damai

TKN pada dasarnya sangat menghormati SBY. Baik sebagai Ketum Demokrat maupun Presiden ke-6 Indonesia.

Dia mengaku banyak relawan Jokowi-Ma'ruf Amin yang sulit dikonsolidasi. TKN bakal berbenah diri dan menyampaikan kepada seluruh relawan selalu menjunjung kesejukan, seperti yang terpatri dalam figur Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Tim kampanya akan terus koordinasi serta memberikan feeding-feeding untuk framing  bagaimana figur Pak Jokowi-Ma'ruf, figur yang kita harapkan menjadi figur rekonsiliatif. Maka jelas, kalau ada lontaran-lontaran, itu sesuatu yang di luar dari cara keinginan program-program tim kampanye untuk tetap menjaga suasana kesejukan," jelas dia.

Di sisi lain, Aria juga meminta tim Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dan Demokrat tak terlalu berlebihan merespons. Andi Arief, sebagai orang yang menuliskan keluhan di Twitter seharusnya bisa mengklarifikasi langsung, bahkan melalui telepon.

"Wong dia juga selalu telpon-telponan sama saya," ucap Aria.

Sejumlah pendukung Jokowi yang diduga anggota Projo melontarkan yel-yel 'Jokowi Satu Kali Lagi' saat SBY tengah berada dalam barisan arak-arakan deklarasi damai di Monas. SBY yang menumpang mobil golf bersama Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) akhirnya turun dan menyatakan walk out dari kampanye damai.

Dalam serangkaian cuitan di akun Twitter Andi Arief, dia menuduh Projo melakukan provokasi pilpres damai menjadi pilpres anarkis. Andi menyebut relawan Projo berteriak, "Bang, dukung Jokowi," saat mobil karnaval SBY melintasi kerumunan yang membawa bendera Projo.

"Kalau Projo tidak minta maaf dan aparat keamanan diam saja atas provokasi terhadap SBY pagi ini, jangan salahkan jika ada tindakan balasan," cuit Andi.



(OJE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id