Presiden Jokowi didampingi Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi melakukan inspeksi pasukan upacara Peringatan HUT ke-70 TNI di Dermaga Indah Kiat, Merak, Cilegon, Banten (5/10/2015). ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma
Presiden Jokowi didampingi Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi melakukan inspeksi pasukan upacara Peringatan HUT ke-70 TNI di Dermaga Indah Kiat, Merak, Cilegon, Banten (5/10/2015). ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma

Rindu Pemimpin Militer Bukan Berarti Kecewa dengan Sipil

Nasional pilpres 2014 pilpres
Coki Lubis • 02 Februari 2016 20:21
medcom.id, Jakarta: Akhir pekan lalu muncul pengumuman hasil survey yang 'mendahului masanya'. Bahwa mayoritas responden menghendaki Presiden RI periode mendatang dari kalangan militer.
 
Survey bertajuk "Kerinduan Publik akan Pemimpin Militer" yang dilakukan Lembaga Survei Segitiga Institute ini jadi mengherankan karena Pilpres 2019 masih amat sangat jauh. Bahkan dalam bentuk wacana pun belum sampai tahap yang layak untuk dijadikan materi survey hingga dua tahun ke depan.
 
Hasilnya pun mengherankan. "Bagaimana bisa menganggap kepemimpinan sipil tidak cukup baik, manakala pemimpinnya terus bekerja," kata Ketua Pusat Studi Politik & Keamanan (PSPK) Universitas Padjadjaran, Muradi, Selasa (2/2/2016).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di dalam perspektif politik, hasil dari survey tersebut tidak terikat dengan dinamika politik yang ada. Pendekatan yang dilakukan berbasis pada latar belakang masa lalu, yang lebih banyak mengedepankan perspektif keamanan, bukan pengembangan pembangunan partisipatif-populis yang menjadi dasar kepemimpinan politik sipil.
 
Tapi munculnya nama Panglima TNI Gatot Nurmantyo di survei tersebut dibanding tokoh militer lainnya, tidak terlalu mengherankan. Sebab memang hanya Gatot petinggi aktif TNI yang namanya paling sering muncul di media massa.
 
Namun, bila dijadikan sebagai acuan untuk maju sebagai kandidat di Pilpres 2019, sebaiknya ada survei terbuka melibatkan figur elit politik lainnya. Termasuk Jokowi yang kemungkinan besar maju kembali pada Pilpres 2019 mendatang.
 
"Hal ini juga membuktikan bahwa survey yg dilakukan tersebut bukan sebatas pada kerinduan atas figur pemimpin berlatar belakang militer, bukan semata karena romantisme yang tidak berbasis realitas politik," sambungnya.

 

(LHE)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif