Duet Prabowo-AHY Sengaja Menunggu 10 Agustus
Ketua Komando Tugas Bersama (Kogasma) pemenangan Pemilu Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (ANT/Hafidz Mubarak)
Jakarta: Pengamat Hukum dari KoDe Inisiatif, Veri Junaidi, menilai duet Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan Ketua Komando Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) diprediksi akan terwujud. Kubu oposisi menunggu usia AHY memenuhi syarat untuk menjadi cawapres.

Putra sulung Presiden ke-6 RI tersebut lahir 10 Agustus 1978, akan berulang tahun ke-40 tahun ini. Yakni tepat saat Komisi Pemilihan Umum (KPU) menutup batas akhir pendaftaran capres dan cawapres untuk Pilpres 2019, pada 10 Agustus 2018, .

"Jadi siapapun yang mengusung AHY maka dia harus mencalonkan pada tanggal 10 Agustus, karena di situlah salah satu syarat capres dan cawapres berumur 40 tahun," kata Veri dalam diskusi di Populi Center, Slipi, Jakarta Barat, Rabu, 8 Agustus 2018.


Untuk diketahui, dalam Undang Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, diatur terkait batas minimal syarat capres dan cawapres. Pasal 169 huruf (q) mengatur syarat usia yaitu minimal 40 tahun.

Veri mengungkapkan, tim Prabowo telah menembuskan surat bahwa Jumat, 10 Agustus 2018 pukul 10.00 WIB akan ada keramaian antara di KPU dan Bawaslu. Hal ini semakin memunculkan persepsi bahwa Prabowo akan menggandeng AHY sebagai cawapres.



(LDS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id