Pemerintah Diminta Selesaikan Status Tenaga Honorer
Wakil Ketua DPR Utut Adianto/MI/Mohamad Irfan
Jakarta: Rapat gabungan DPR bersama pemerintah menghasilkan kesimpulan sementara ihwal penyelesaiaan status tenaga honorer K-2. Pemerintah harus menyelesaikan persoalan itu.

"Pemerintah akan menyelesaikan status tenaga honorer K-2 yang belum tes sebanyak 438.590 orang sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ujar Wakil Ketua DPR Utut Adianto saat memimpin rapat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 4 Juni 2018.

Perwakilan kementerian terkait telah diberikan kesempatan memaparkan kondisi terkini. Komisi yang membidangi juga memberikan solusi agar honorer mendapat kejelasan status, terutama dalam pencairan anggaran.


DPR maupun pemerintah sepakat menggelar rapat kerja gabungan, Senin 23 Juli 2018. "Dengan agenda tahapan penyelesaian tenaga honorer K-2 dan akan memgundang Menteri Pertanian, Menteri Kelautan dan Perikanan, serta Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan," ujar Utut.

Deputi Bidang SDM Aparatur Kemenpan-RB Setiawan Wangsaatmaja mengatakan jumlah tenaga honorer K-2 belum dinyatakan lulus seleksi menjadi aparatur sipil negara (ASN). Pemerintah belum bisa bertanggung jawab soal tunjangan.

"Itu dalam database kami miliki dari hasil peserta tes pada 2013, saat itu sudah diputuskan statusnya belum lulus," ucap Setiawan.

Baca: Pemerintah Diingatkan soal Peraturan Pengangkatan Tenaga Honorer Jadi PNS

Menurut dia, pegawai administrasi mendominasi jumlah tenaga honorer K-2 dengan angka 269.400 orang. Jumlah itu sulit terserap karena mempertimbangkan kuota ideal ASN yang jumlahnya juga mendominasi, yakni 37,77 persen atau 1.643.535 orang.

"Kalau dilihat komposisinya yang terbanyak tenaga administrasi. Secara nasional tenaga administrasi sudah sangat amat berlebih," tutur dia.

Berdasarkan data Kemenpan-RB, tenaga honorer terbanyak disusul guru dengan jumlah 157.210 orang. Sementara tenaga honorer di bidang kesehatan 6.091 orang, tenaga penyuluh 5.803, dan tenaga dosen 86 orang.

"Sisanya tenaga lainnya. Jumlahnya tidak signifikan seperti tenaga kesehatan dan pertanian," ucap dia.



(OJE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id