Ilustrasi sembako - - Foto: dok MI
Ilustrasi sembako - - Foto: dok MI

Legislator Sebut Butuh Intervensi Pemerintah untuk Menstabilkan Harga Pangan

Nasional kenaikan harga pangan Harga Sembako Bahan Pokok DPR RI
Antara • 06 Januari 2022 08:32
Jakarta: Pemerintah diminta serius menyikapi lonjakan sejumlah harga pangan. Intervensi pemerintah dibutuhkan untuk menjaga pangan tetap sesuai harga eceran tertinggi (HET) atau harga acuan penjualan (HAP) yang telah ditetapkan.
 
"Di negara kita hampir setiap tahun mengalami (kenaikan harga pangan) itu. Namun, mulai akhir tahun sampai awal tahun ini harga pangan terutama sangat tinggi sekali," kata Wakil Ketua Komisi IV DPR Anggia Erma Rini melalui keterangan tertulis, Kamis, 6 Januari 2022.
 
Anggia menilai lonjakan harga pangan kerap terjadi pada saat masa tanam. Kondisi ini membuat daya beli konsumen lesu.
????
"Perlu diakui, petani diuntungkan jika harga pangan melonjak tajam. Akan tetapi, di sisi lain, daya beli konsumen menjadi turun tajam," kata dia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Anggia, sikap tegas pemerintah diperlukan agar tidak menimbulkan kesenjangan harga yang signifikan. Salah satu bentuk intervensi bisa dilakukan dengan menyediakan gudang penyimpanan sesuai standar.
 
Anggia ingin koordinasi antarpemangku kepentingan seperti Kementerian Perdagangan (Kemendag), Kementerian Pertanian (Kementan), dan Bulog diperkuat. Ini diperlukan agar infrastruktur dan kebijakan yang dibuat memiliki tujuan yang sama.
 
Baca: Kementan: Harga Cabai, Minyak Goreng, dan Telur Masih Tinggi
 
Dia juga menyarankan pemerintah mempertimbangkan pemberian bantuan sosial berupa sembako agar kebutuhan pangan dasar masyarakat bisa terpenuhi. "Ketika kita memberikan bantuan sosial, tidak hanya menjawab kebutuhan masyarakat, tetapi bisa juga menstabilkan harga," kata Anggia.
 
Sebelumnya, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan pemerintah mengambil kebijakan untuk menyediakan minyak goreng bagi masyarakat dengan harga Rp14 ribu per liter. Langkah ini sebagai intervensi stabilisasi harga di pasaran.
 
"Ini di tingkat konsumen yang berlaku di seluruh Indonesia dan ini disiapkan untuk enam bulan ke depan," kata Airlangga Hartarto.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif