Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian (kiri) meninjau pembangunan mercusuar bersama Wakil Menteri Pertahanan M Herindra/Istimewa
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian (kiri) meninjau pembangunan mercusuar bersama Wakil Menteri Pertahanan M Herindra/Istimewa

Mendagri: Pembangunan di Perbatasan Jangan Jomplang

Nasional indonesia-malaysia indonesia-singapura Kemendagri Tito Karnavian Perbatasan Indonesia
M Sholahadhin Azhar • 14 Januari 2022 08:50
Jakarta: Pemerintah Indonesia membangun mercusuar dengan struktur permanen dan helipad di Karang Singa, Pulau Bintan. Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, membeberkan urgensi pembangunan mercusuar di perbatasan Indonesia dengan Malaysia dan Singapura itu.
 
"Poin pentingnya adalah jangan jomplang. Di Malaysia mereka sudah membangun struktur permanen, sementara wilayah kita itu hanya ada buoy saja. Belum permanen," kata Tito melalui keterangan tertulis, Jumat, 14 Januari 2022.
 
Baca: Cegah Kasus Sipadan-Ligitan Terulang, Indonesia Bangun Mercusuar di Perbatasan

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Tito, Malaysia telah membangun infrastruktur permanen dan helipad di Pulau Karang Tengah. Sementara itu, Singapura menguasai teritorial Batu Putih di kawasan tersebut.
 
Sebelum dibangun mercusuar, hanya ada pelampung non-permanen atau buoy di Karang Singa. Wakil Menteri Pertahanan M Herindra mengatakan pembangunan mercusuar di Karang Singa sangat mendesak.
 
"Kita tidak ingin kejadian sengketa antara Indonesia dan Malaysia terkait perebutan Pulau Sipadan dan Ligitan yang akhirnya dimenangkan Malaysia di Mahkamah Internasional pada 2002 terulang,” kata Herindra.
 
Pembangunan mercusuar dan helipad ini dilaksanakan Kementerian Pertahanan dan dilanjutkan Kementerian Perhubungan. Herindra mengatakan mercusuar berstruktur permanen menjadi titik penanda kedaulatan Indonesia.
 
"Tak boleh ada lagi sejengkal tanah yang boleh diambil oleh negara lain, kita harus tunjukkan kedaulatan kita," tegas Herindra. 
 
Pulau Karang Singa terletak di Selat Malaka, salah satu jalur lalu lintas laut terpadat di dunia. Herindra mengatakan wilayah tersebut mesti dijaga dan diberi tanda kedaulatan NKRI. Di perbatasan internasional ini, Singapura telah menguasai teritorial Batu Putih (Pedra Branca) dan Malaysia sudah menguasai Karang Tengah (Middle Rock).
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif