Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam acara peluncuran 'Core Values ASN Berakhlak dan Employer Branding ASN Bangga Melayani Bangsa,' Selasa, 27 Juli 2021. Foto: BPMI
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam acara peluncuran 'Core Values ASN Berakhlak dan Employer Branding ASN Bangga Melayani Bangsa,' Selasa, 27 Juli 2021. Foto: BPMI

Presiden Ingin BMKG Inovatif Jadi Rujukan Penanganan Bencana

Nasional Jokowi bencana bencana alam Joko Widodo presiden joko widodo Mitigasi Bencana BMKG
Ferdinand • 29 Juli 2021 11:00
Jakarta: Presiden Joko Widodo mendorong Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus berkreasi terkait penanganan bencana. Peningkatan kemampuan diperlukan untuk mengantisipasi serta memitigasi bencana di daerah.
 
"Saya menekankan beberapa hal untuk perhatian kita bersama. Pertama, layanan BMKG harus disertai dengan inovasi-inovasi yang mengikuti perkembangan teknologi terbaru. Tingkatkan adaptasi teknologi untuk observasi, analisis, prediksi, dan peringatan dini secara lebih cepat dan akurat," kata Jokowi dalam Rakorbangnas Hari Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ke-74, Kamis, 29 Juli 2021.
 
Menurut dia, langkah ini diperlukan agar semua pihak bisa menekan risiko bencana. Peringatan BMKG harus digunakan sebagai rujukan dalam pengambilan keputusan pemerintah di berbagai sektor. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Informasi kekeringan, cuaca ekstrem, gempa, dan kualitas udara dari BMKG harus menjadi perhatian semua pihak. Data ini harus dipertimbangkan dalam merancang kebijakan dan pembangunan.
 
Baca: Jokowi: Indonesia Mengalami Multibencana Bersamaan yang Meningkat Drastis
 
"Kebijakan nasional dan daerah harus betul-betul sensitif dan antisipatif terhadap kerawanan bencana. Karena itu, saya minta agar sinergi dan kolaborasi antara BMKG dengan kementerian dan lembaga serta pemerintah daerah harus terus diperkuat," tutur dia.
 
Jokowi menegaskan BMKG harus mampu memberikan layanan informasi yang akurat, cepat, dan mudah. Hal ini dipercaya dapat meningkatkan kapasitas manajemen penanggulangan bencara di daerah. 
 
"Dari tingkat kelurahan desa hingga provinsi harus ada desain manajemen yang jelas yang melibatkan pemerintah, swasta, dan masyarakat," ungkap Kepala Negara.
 
Manajemen ini juga perlu dilatih sejak fase prabencana, tanggap darurat, dan pascabencana. Dengan begitu, ketika bencana terjadi, semua stakeholder terkait sudah siap bekerja dengan cepat.
 
"Kemudian lakukan itu edukasi yang berkelanjutan kepada masyarakat, terutama masyarakat di wilayah rawan bencana. Kesiagaan dan ketangguhan masyarakat atas ancaman bencana perlu terus ditingkatkan, budaya kesiagaan harus melembaga dalam keseharian masyarakat," terang dia.
 
Jokowi menerangkan kearifan lokal masyarakat dapat dimanfaatkan untuk memperkuat ketahanan terhadap bencana. Selain itu, masyarakat perlu dibina agar tidak mudah terjebak berita bohong.
 
"Bersinergi bersama BNPB mengedukasi masyarakat bagaimana menghadapi bencana masyarakat, juga perlu diedukasi untuk mencari dan memanfaatkan informasi yang benar yang disediakan oleh sumber resmi," jelas Jokowi.
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif