NEWSTICKER
Ketua Fraksi NasDem Ahmad Ali saat sambutan di kegiatan orientasi tenaga ahli Fraksi NasDem. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama
Ketua Fraksi NasDem Ahmad Ali saat sambutan di kegiatan orientasi tenaga ahli Fraksi NasDem. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama

NasDem Dorong Pemerintah Antisipasi Eskalasi Covid-19

Nasional Virus Korona
Achmad Zulfikar Fazli • 18 Maret 2020 19:32
Jakarta: Partai NasDem mendorong pemerintah melakukan langkah antisipatif secara pararel dengan merealokasi anggaran dari pos-pos belanja yang belum mendesak. Hal ini dianggap penting untuk mengantisipasi penanganan covid-19.
 
Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad M Ali mencontohkan antisipasi penanganan covid-19 di Korea Selatan. Negeri Gingseng itu memasifkan pemeriksaan untuk menemukan banyak pasien korona.
 
"Masifnya jumlah pemeriksaan yang dilakukan berdasarkan contact tracing menjadi bahan bagi pemerintah Korea Selatan untuk melakukan langkah lanjutan yang diperlukan untuk melindungi warganya. Hal demikian juga harusnya menjadi pertimbangan pemerintah dalam mengantisipasi eskalasi persebaran covid-19 di Indonesia,” ujar Ali dalam keterangan persnya, Jakarta, Rabu, 18 Maret 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pemerintah baru mengumumkan bertambahnya pasien korona menjadi 227 orang. Sebanyak 19 orang meninggal, dan 11 orang sembuh.
 
NasDem, sambung Ali, mendukung langkah pemerintah yang akan memperluas jangkauan pemeriksaan. “Semakin banyak pemeriksaan yang dilakukan pemerintah justru baik untuk merencanakan langkah lanjutannya. Namun, pemerintah perlu mempersiapkan langkah antisipatif secara pararel dengan merealokasi anggaran dari pos-pos belanja yang belum mendesak,” ujar dia.
 
Pemerintah melalui PMK No. 6/KM.7/2020 siap menyalurkan dana alokasi khusus (DAK) Bidang Kesehatan dan Dana Bantuan Operasional Kesehatan dalam Rangka Pencegahan dan/atau Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) ke daerah.
 
“Pemerintah sebaiknya menyisir kembali APBN yang dapat dialokasikan untuk penanganan Covid-19. Anggaran dari pos-pos belanja yang belum mendesak sebaiknya juga dimasukkan dalam pertimbangan persiapan dana antisipatif,” kata dia.
 
Ketua Fraksi Partai NasDem di DPR itu menjelaskan anggaran belanja barang kementerian dan lembaga yang rencananya dialihkan untuk belanja modal serta infrastruktur, bisa menjadi pilihan dana antisipatif. Anggaran infrastruktur sebagai tambahan proyek strategis 2020-2024 juga dapat menjadi sumber pendanaan.
 
“Saat pembahasan anggaran tahun lalu pemerintah sudah memetakan ada 22% alokasi anggaran belanja barang yang bisa dialokasi ke belanja modal. Nah itu juga bisa dipakai," jelas dia.
 
Ali menilai dana penyertaan modal negara di BUMN juga bisa ditunda kecuali yang berkenaan dengan penyelesaian utang. Rencana alokasi belanja kementerian yang cukup besar seperti di Kementerian Pertahanan, dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat juga perlu ditinjau ulang untuk direalokasi.
 
"BUMN juga harus dimintai dana CSR-nya untuk mengantisipasi eskalasi covid-19. Semua disisir kembali untuk bisa dikerahkan,” ucap dia.
 
Baca: Pemerintah Berharap Kendalikan Korona pada April
 
Menurut Ali, pemerintah mutlak membutuhkan dana yang memadai guna membangun basis logistik yang kuat dalam mengadapi potensi eskalasi covid-19. Indonesia memang belum memasuki fase puncak (peak) penyebaran virus korona. Namun, persiapan menghadapinya perlu dilakukan sedini mungkin.
 
“Belajar dari data negara lain, makin awal kita menyiapkan segala kebutuhan sebelum mencapai waktu puncak maka akan menjamin keselamatan warga. Jangan lupa juga perusahaan-perusahaan swasta beroperasi di Indonesia juga harus diajak untuk terlibat dalam persiapan ini,” kata dia.
 
Ali menekankan alokasi anggaran antisipatif juga diperlukan untuk menegakkan ketertiban di masyarakat. Dalam kondisi eskalatif, pemerintah harus didukung ketika melaksanakan fungsinya secara efektif.
 
“Alokasi dana juga perlu diarahkan dalam kerangka menjaga ketertiban dan keamanan warga. Pelibatan aparat keamanan dan ketertiban harus terdukung dengan alokasi anggaran yang memadai sehingga bisa segera dimobilisasi dan bekerja sesuai situasi yang berkembang,” kata dia.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif