Anggota Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay/Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto
Anggota Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay/Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto

Korona Jangan Jadi Penghalang Haji

Nasional Virus Korona ibadah haji
Anggi Tondi Martaon • 05 Maret 2020 11:14
Jakarta: Komisi IX meminta pemerintah mempersiapkan proses ibadah haji 2020 sejak dini. Wabah korona atau covid-19 jangan sampai menjadi penghalang penyelenggaraan haji.
 
"Jangan sampai karena virus korona jemaah kita tidak ada yang berangkat. Dampaknya akan besar sekali, karena orang menunggu belasan tahun untuk berangkat," kata Anggota Komisi IX Saleh Daulay saat dihubungi, Kamis, 5 Maret 2020.
 
Baca:Kemenag Antisipasi Wabah Korona pada Penyelenggaraan Haji 2020

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Saleh berharap antivirus segera ditemukan. Pemerintah perlu melakukan tindakan khusus agar mereka bisa berangkat.Sebab ada 230 ribu jemaah haji asal Indonesia terancam tak bisa berangkat ke tanah suci.
 
<i>Korona Jangan Jadi Penghalang Haji</i>
Arab Saudi larang warganya untuk lakukan ibadah Umrah karena virus korona/AFP
 
"Perlu difasilitasi, disiapkan skenario-skenario supaya masyarakat kita tetap bisa melaksanakan ibadah sebagaimana mestinya," ungkap dia.
 
Pemerintah dinilai memiliki waktu mempersiapkan ibadah haji. Saleh menyinggung lobi Menteri Luar Negeri Retno Marsudi kepada pemerintah Arab. Menurut dia, selain langkah diplomasi, langkah medis juga harus dipersiapkan.
 
Salah satunya melalui observasi jemaah 14 hari sebelum berangkat. Kesehatan mereka harus dipastikan.
 
"Ada tim medis yang memeriksa dan mengevaluasinya. Kalau dia sehat-sehat saja kan tidak ada masalah," sebut dia.
 
Baca:Khawatir Korona, Arab Saudi Larang Warganya Lakukan Umrah
 
Bila perlu, Arab Saudi ikut terlibat dalam observasi itu. Sehingga mereka yakin jemaah asal Indonesia tak ditumpangi korona.
 
"Mengajak pihak Arab mendampingi proses observasi. Jangan tiba-tiba dihentikan begitu saja, karena Indonesia itu jemaah haji paling besar di dunia," ujar dia.
 
Otoritas Arab Saudi sebelumnya menangguhkan sementara penyelenggaraan umrah. Langkah tersebut sebagai bentuk antisipasi agar virus korona tidak masuk ke Arab.
 
Kebijakan itu diberlakukan untuk 22 negara, salah satunya Indonesia. Akibat kebijakan tersebut, puluhan ribu jemaah umrah Indonesia gagal berangkat.
 

(ADN)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif