Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

Pemerintah Diminta Contoh Penanganan Terorisme Selandia Baru

Nasional terorisme tni
Siti Yona Hukmana • 23 September 2020 05:28
Jakarta: Rektor Universitas Pertahanan (Unhan) Laksamana Madya Amarulla Octavian ingin penanganan terorisme di Indonesia mencontoh Selandia Baru. Negara itu dinilai berhasil menangani ancaman dari kelompok radikal.
 
"Kenapa Selandia Baru berhasil karena komitmen antaraparatnya itu tinggi. Kalau di sini aparatnya punya komitmen tinggi itu mudah sekali koordinasi, mudah sekali bergerak bersama seperti yang lain. Iitu yang perlu kita belajar dari Selandia Baru," kata Amarulla dalam Webinar Ikatan Alumni Unhan bertema Operasi Militer Selain Perang TNI: Kontra Terorisme dalam Perspektif Keamanan Nasional, Selasa, 22 September 2020.
 
Menurut dia, aturan di Selandia Baru sedianya lemah dan tumpang tindih. Namun, negara itu berhasil menangani terorisme. Kondisi ini berbeda dengan Indonesia. Dia menyebut pelibatan TNI dalam penanganan terorisme di Tanah Air harus melalui mekanisme perundang-undangan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Di Selandia baru tidak perlu membentuk lembaga baru, undang-undang baru, dia bisa bersama semua komponen menghadapi terorisme selesai. Masing-masing punya kemampuan, punya anggaran, punya kebanggaan, soliditas, tidak perlu dipertentangkan," ungkap Amarullah.
 
Amarulla menegaskan dalam penanganan terorisme seharusnya tidak ada leading sector. Semua aparat penegak hukum harus bersinergi dalam mengamankan negara.
 
"Kemudian banyak sekali mengacu pada hukum internasional. Kita jangan terbelenggu pada aturan-aturan, kita harus keluar daru aturan itu yang penting bagaimana kita bisa bekerja sama," papar dia.
 
Baca: BNPT: Ideologi Salafi Jihadis Masih Menjadi Motif Terorisme
 
Sementara itu, Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid mengakui pelibatan TNI dalam penanggulangan terorisme penting. Namun, pelibatan TNI harus melalui undang-undang.
 
Menurut dia, hal itu semata untuk menghindari terjadinya kontraproduktif. Masalah ini harus dicegah baik dalam menanggulangi aksi terorisme maupun dalam menjaga semangat reformasi dan iklim demokrasi di Indonesia.
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif