Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama Putra.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama Putra.

BNPB Nilai Mamuju Tak Cocok Menjadi Ibu Kota

Nasional pemindahan ibukota
Ilham Pratama Putra • 30 April 2019 23:17
Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menilai wilayah Mamuju, Sulawesi Barat tak cocok menjadi Ibu Kota. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, menilai Mamuju merupakan kawasan rawan bencana gempa.
 
"Kalau dari kebencanaan Mamuju berbahaya. Mamuju itu dikelilingi oleh sesar-sesar (patahan) yang dapat menimbulkan gempa," kata Sutopo di Gedung BNBP, Jakarta Timur, Selasa 30 Maret 2019.
 
Sutopo menjelaskan, patahan atau sesar yang ada di wilayah Mamuju antara lain sesar makasaar trans, sesar palu koro, sesar poso, sesar matano, sesar lawanopo, dan sesar walanae. Sutopo pun khawatir dengan kondisi geologis Mamuju.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tentu kalau kita melihat tatanan geologis di sana, ketika terlepas energinya kemudian gempa. Apalagi pusat gempanya di sana pasti akan dapat merusak wilayah Mamuju," terangnya.
 
Selain gempa, Sutopo menyebut Mamuju juga merupakan daerah rawan banjir dan longsor. Terakhir, banjir cukup besar melanda Mamuju pada Maret 2018. "Ribuan masyarakat terdampak, ribuan rumah terendam banjir. Artinya daerah tersebut tidak aman," ungkapnya.
 
Mamuju memangt aman dari tsunami dan erupsi gunung berapi. Tapi, itu saja dinilai belum cukup bagi sebuah kawasan yang akan menyandang status sebagai Ibu Kota.
 
Sebelumnya, pemerintah berencana memindahkan Ibu Kota ke luar Pulau Jawa. Dalam rapat terbatas pemindahan Ibu Kota, Wakil Presiden Jusuf Kalla diketahui mengusulkan Mamuju sebagai kawasan Ibu Kota yang baru.
 

(AGA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif