Penerbang tempur pesawat tempur F-16 melakukan persiapan sebelum terbang di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Foto: Antara/Fikri Yusuf
Penerbang tempur pesawat tempur F-16 melakukan persiapan sebelum terbang di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Foto: Antara/Fikri Yusuf

Pemerintah Disarankan Beli Pesawat Tempur Lebih Canggih

Nasional alutsista
Antara • 15 Februari 2020 22:46
Jakarta: Pembelian pesawat tempur baru untuk memperkuat alat utama sistem persenjataan (alutsista) disarankan setingkat lebih maju. Teknologi yang dipakai juga disarankan 'satu keluarga' dengan pesawat tempur yang dimiliki Indonesia.
 
"Kalau memilih pesawat atau alutsista itu harus satu tingkat lengkap dari apa yang kita miliki," kataMantan Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI (Purn) Agus Supriatna di, Pacific Place, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu, 15 Februari 2020.
 
Ia mencontohkan Indonesia sekarang sudah memiliki pesawat tempur Sukhoi Su-27 dan Su-30. Sebaiknya, penguatan skuadron udara ke depan menggunakan Sukhoi Su-35.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Indonesia juga memiliki F-16 A/B Block 15 dan F-16 A/B Block 25. Semestinya pesawat tempur yang dibeli F-16 Block 70 Viper.
 
"Jangan beli pesawat macem-macem," kata Agus.
 
Apalagi, lanjut dia, sistem pemeliharaan alutsista seperti pesawat tempur tidak mudah.
 
Pemerintah Disarankan Beli Pesawat Tempur Lebih Canggih
Menhan Prabowo Subianto dan Menhan Florence Parly akselerasi kerja sama pertahanan. Foto: Dok: KBRI Paris
 
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto berkunjung ke sejumlah negara untuk mempererat kerja sama pertahanan. Salah satunya ke Prancis pada 11-13 Januari lalu.
 
Pemerintah Indonesia diinformasikan tertarik membeli 48 jet tempur Dassault Rafale dan empat kapal selam Scorpene buatan Prancis. Surat kabar lokal Prancis, mengutip sumber Kementerian Pertahanan Perancis, menyebut Indonesia juga tertarik membeli 2 kapal perang Korvet Gowind.
 
Namun, Wamenhan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan kunjungan Prabowo ke Prancis itu baru sebatas melihat-lihat alutsista yang dimiliki negara itu, belum sampai ke rencana pembelian.
 
"Kalau namanya melihat kan boleh, masa enggak boleh? Kan belum tentu beli," katanya.
 

 

(SUR)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif