Ilustrasi keluarga. Medcom.id
Ilustrasi keluarga. Medcom.id

DPR Diminta Fokus RUU PKS Ketimbang Ketahanan Keluarga

Nasional antikekerasan seksual
Anggi Tondi Martaon • 11 Maret 2020 17:54
Jakarta: Komisioner Komisi Nasional (Komnas) Perempuan Bahrul Fuad menyarankan DPR fokus membahas Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) ketimbang RUU Ketahanan Keluarga. RUU PKS dinilai memberikan perlindungan lebih komprehensif kepada perempuan.
 
"Itu kan lebih urgen karena melindungi harkat dan martabat perempuan di ranah domestik maupun publik," kata Bahrul kepada Medcom.id, Rabu, 11 Maret 2020.
 
Bahrul menuturkan perempuan memiliki peran strategis dalam kemajuan bangsa. Namun, hal itu tidak diikuti jaminan perlindungan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tanpa itu jangan harap visi dari Pak Jokowi (Presiden Joko Widodo) untuk membangun SDM unggul tercapai. Pemerintah harus aware soal itu," kata dia.
 
Dia menegaskan perempuan harus mendapatkan perlindungan yang baik. Pengesahan RUU PKS dianggap mendesak.
 
(Baca:NasDem Ingin Melindungi Perempuan Lewat RUU PKS)
 
"Sejauh ini kita sudah melakukan komunikasi dengan beberapa fraksi atau anggota terkait bagaimana melanjutkan pembahasan RUU PKS," kata dia.
 
Bahrul menyarankan pembahasan RUU Ketahanan Keluarga segera dihentikan. Aturan itu juga menghambat upaya meningkatkan peran perempuan di ranah publik.
 
"Aturan itu menarik kembali perempuan ke ranah domestik," ujar dia.
 
RUU PKS masuk Prolegnas 2020. Aturan tersebut merupakan usulan inisiatif dari Fraksi NasDem. Rencananya, naskah akademik dan draf RUU PKS diserahkan pada Masa Sidang Ke-III Tahun Sidang 2019-2020.
 
Ada beberapa misi yang diusung NasDem dalam RUU PKS. Di antaranya, memberikan jaminan hukum dan pemulihan bagi korban kekerasan seksual. Aturan tersebut juga mengakomodasi perlindungan kepada perempuan saat berada di ruang publik, seperti gangguan bersifat non fisik.
 
(Baca:NasDem Lobi Lintas Komisi Guna Sahkan RUU PKS)
 

(REN)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif