Ilustrasi omnibus law. Medcom.id
Ilustrasi omnibus law. Medcom.id

DPR-Buruh Didorong Musyawarah Bahas RUU Ciptaker

Nasional buruh Omnibus Law
Achmad Zulfikar Fazli • 16 Agustus 2020 12:35
Jakarta: Pembentukan tim khusus antara DPR dan serikat buruh untuk membahas Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (RUU Ciptaker) disambut baik. DPR dan buruh diharapkan dapat menyelesaikan perbedaan pandangan pada RUU Ciptaker dengan musyawarah dan kompromi.
 
"Apapun persoalannya, termasuk membahas RUU, kompromi itu adalah jalan yang terbaik. Salah satu pihak tidak boleh memaksakan kehendaknya. Saya kira pembantukan tim ini adalah kemajuan yang luar biasa," kata pengamat politik dari Universitas Pelita Harapan Emrus Sihombing, Minggu, 16 Agustus 2020.
 
Menurut Emrus, perlu ada komunikasi yang baik dan transparan antara DPR dan masyarakat untuk mengakhiri penolakan terhadap RUU Ciptaker. Bila perlu, pembahasan pasal demi pasal dilakukan terbuka sehingga masyarakat bisa memantau secara langsung.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita tidak boleh langsung tolak suatu RUU. Kita lihat dulu pasal demi pasal. Bila ada pasal yang perlu diperbaiki, ya, diperbaiki. Bila ada pasal yang berdampak positif bagi masyarakat, ya, harus diakui," ujar Emrus.
 
Baca: Kompromi DPR-Serikat Buruh dalam RUU Ciptaker Contoh Baik
 
Emrus mendukung setiap pertemuan dan kompromi antara DPR dan kelompok masyarakat. Khususnya terkait dengan pemahasan RUU Cipta Kerja.
 
"Jadi kalau ada pertemuan-pertemuan antara pemangku kepentingan terkait omnibus law, tentu harus kita dorong. Di dalam negara yang menganut asas demokrasi, musyawarah, tidak boleh ada hitam putih, harus musyawarah," kata Emrus.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif