Anies Baswedan di Special Dialogue Metro TV. Foto: Metro TV
Anies Baswedan di Special Dialogue Metro TV. Foto: Metro TV

Kawal Jakarta Sampai Tuntas, Modal Utama Anies Pimpin Indonesia

MetroTV • 05 Oktober 2022 12:42
Jakarta: Gubenur DKI Jakarta Anies Baswedan menyanggupi tawaran Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh untuk menjadi calon presiden pada Pemilu 2024. Meski begitu, Anies meminta izin selama dua minggu untuk memimpin Jakarta sampai tuntas selama lima tahun sesuai amanat undang-undang.
 
Anies meyakini menjalankan amanat menuntaskan tugas merupakan modal utama bagi dia memimpin Indonesia jika kelak terpilih sebagai presiden. Bagi Anies, menuntaskan amanat adalah mandat.
 
"Kita semua memiliki amanat. Diturunkan dari perintah konstitusi. Ketika bekerja dalam wilayah politik, maka harus dalam wilayah menjalankan amanat konstitusi," kata Anies dalam tayangan Special Dialogue yang tayang di Metro TV, 4 Oktober 2022.
 
Pernyataan lengkap Anies bisa ditonton di sini: [EXCLUSIVE] Special Dialogue: Babak Baru Anies Baswedan

Dalam dialog yang dipandu presenter Vera Bahasuan itu, Anies juga menyatakan beruntung bisa menuntaskan tugas-tugasnya sebagai gubernur DKI Jakarta. Menurutnya, pendekatan yang dia pakai di Jakarta akan sangat berguna jika kelak bisa memimpin Indonesia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pendekatan yang dilakukan di Jakarta menjadi bahan yang akan dikerjakan di kemudian hari," kata Anies.
 
Anies mengatakan banyak melihat permasalahan di Jakarta. Lantas dia mencari dan berupaya menyelesaikan permasalahan itu. Cara-cara yang dia lakukan di Jakarta pasti akan digunakan saat memimpin wilayah yang lebih besar.
 
"Banyak terobosan yang bisa dikerjakan (saat memimpin Jakarta). Kira-kira tugas apa pun akan menggunakan pendekatan seperti itu," kata Anies.
 
Janji Anies ini mengingatkan pada momen saat Joko Widodo (Jokowi) melepaskan tugas sebagai gubernur DKI Jakarta di tengah jalan. Yang seharusnya memimpin selama lima tahun, Jokowi hanya menjalankan tugas selama dua tahun. Dilantik pada 15 Oktober 2012, melepas jabatan pada 16 Oktober 2014.
 
Pelepasan tugas ini dilakukan karena Jokowi menerima penugasan PDI Perjuangan untuk menjadi calon presiden pada Pemilu 2014. Sisa tugas Jokowi sebagai gubernur DKI Jakarta lantas diteruskan oleh Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.
 
Baca: Ini Sosok Pengganti Anies Baswedan Versi Survei KPN
 
Dari pernyataannya, Anies menyiratkan tak mau mengikuti jejak Jokowi. Saat menerima pinangan NasDem, Anies bahkan memberikan perumpamaan, "Datang tampak muka, pulang tampak punggung."
 
Perumpamaan itu merupakan sinyal tegas bahwa Anies ini menyelesaikan tugas-tugas yang memang sudah diamankahkan kepadanya. Ungkapan itu juga sebagai wujud seseorang yang ingin bersopan santun saat datang dan pergi sebagai tamu saat bertandang ke rumah orang lain.
 
"Sekarang saya sedang fokus pada Jakarta. Sesudahnya, baru kita akan bicara hal lain," kata Anies memungkasi dialog.
 
(UWA)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif