Kader Partai Golkar Bambang Soesatyo. Foto: Medcom.id/Damar Iradat.
Kader Partai Golkar Bambang Soesatyo. Foto: Medcom.id/Damar Iradat.

Bamsoet Dinilai Kurang Mendidik

Nasional partai golkar
Arga sumantri • 05 November 2019 18:26
Jakarta: Politikus Golkar Christina Aryani menyebut Bambang Soesatyo (Bamsoet) memberikan contoh berpolitik yang buruk bagi kader Golkar. Ini terkait pernyataan Bamsoet yang menyebut tak ada istilah komitmen dalam berpolitik.
 
"Karena kemarin dibilang (Bamsoet) di politik itu tidak ada komitmen. Di politik hanya ada kepentingan," kata Christina di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa, 5 November 2019.
 
Menurut dia pernyataan itu menjadi contoh yang kurang baik bagi kader muda Golkar. Ia menilai pernyataan Bamsoet seolah memberikan pembenaran kalau segala cara halal dalam berpolitik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi to be honest, kurang mendidik ya," ucap Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR dari Fraksi Golkar tersebut.
 
Christina mengungkapkan, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto sempat menginstruksikan para kader mengawal Bamsoet dalam proses pemilihan Ketua MPR. Ia memang tak berspekulasi sikap Airlangga ada kaitannya dengan dugaan komitmen politik antara Airlangga dengan Bamsoet.
 
"Tapi, kalau itu sudah (dianggap) lewat ya sudah enggak apa-apa. Sekarang tarung saja terbuka, kita lihat saja nanti," ucapnya.
 
Christina mengaku masih nyaman dengan kepemimpinan Airlangga. Airlangga dinilai memberikam banyak kesempatan bagi kader perempuan Golkar.
 
"Pak Airlangga banyak memberikan kesempatan bagi perempuan, memberikan kesempatan kepada yang muda, beliau juga fair dalam penilaian, sesuai kompetensi," ungkapnya.
 
Nama Bamsoet sempat santer bakal maju sebagai caketum Golkar bersaing dengan Airlangga Hartarto dalam musyawarah nasional (munas) Desember mendatang. Isu tersebut mereda usai Golkar menunjuk Bamsoet menjadi Ketua MPR periode 2019-2024.
 
Ketika itu, Bamsoet pun menyatakan ingin colling down soal bursa ketum Golkar. Kabar adanya barter politik di balik penunjukkan Bamsoet sebagai Ketua MPR pun beredar.
 
Bamsoet sendiri membantah adanya perjanjian terkait kontestasi caketum Golkar dengan penunjukkannya sebagai ketua MPR. Menurut Bamsoet, dalam politik tak ada istilah 'hitam di atas putih'.
 
"Dalam politik itu tidak ada. Di Partai Golkar itu adalah panggilan tugas. Jadi tanya sama yang menyatakan (ada) komitmen itu. Komitmen di mana?" kata Bamsoet di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 4 November 2019.
 

(FZN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif