Sohibul Iman Dianggap Lamban Menentukan Sikap

M Sholahadhin Azhar 13 Juli 2018 06:56 WIB
pilpres 2019
Sohibul Iman Dianggap Lamban Menentukan Sikap
Lambang Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Medcom.id/Rakhmat Riyandi.
Jakarta: Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsudin Haris menilai konflik di tubuh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terjadi karena pelbagai hal. Salah satunya karena Presiden PKS Sohibul Iman lamban mengambil sikap terhadap nama-nama kader yang masuk dalam kandidat cawapres.

"Memang tidak ada upaya pimpinan PKS untuk mempromosikannya, justru konflik itu timbul karena itu. Sembilan nama cawapres ditetapkan tapi tidak ada upaya promosi," kata Haris kepada Medcom.id, Jumat, 13 Juli 2018.

Haris menduga sembilan nama bakal cawapres dari PKS asal comot. "Mungkin juga tidak dipilih secara sungguh-sungguh. Harusnya mana sih yang lebih layak dari sembilan nama itu," imbuhnya.


Baca juga: Pembatasan Anis Matta Nyapres Timbulkan Konflik Internal

Penyebab lain, lanjutnya, karena adanya perseteruan antara Anis Matta dan Sohibul Iman. Rivalitas keduanya memunculkan kubu di internal partai berlambang bulan sabit kembar tersebut.

"Ini karena rivalitas antara kepemimpinan lama (Anis Matta) dan yang sekarang menggantikannya (Sohibul Iman)," sebut dia.

PKS diminta segera membenahi sinergisitas. Bila tidak, PKS kemungkinan ditinggal Gerindra.

"Gerindra sendiri belum tentu ambil PKS kalau Prabowo enggak yakin elektabilitas kader PKS," pungkas Haris.



(HUS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id