Jokowi Prabowo Dinilai Berani Ambil Risiko
Presiden Jokowi berbincang dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Foto: MI/Ramdani.
Jakarta: Bakal calon presiden Joko widodo dan Prabowo Subianto dinilai berani ambil risiko dalam memilih wakilnya. Sebab Kiai Ma`ruf Amin dan Sandiaga Uno sama-sama tidak memiliki rating yang tinggi.
 
Hal itu diungkapkan mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan dalan tulisannya Tafsir Wapres untuk Nasib Sendiri, Sabtu, 11 Agutus 2018.
 
Dahlan membandingkan Jokowi dengan Susilo Bambang Yudhoyono saat Pilpres 2009. Banyak yang berpendapat saat itu SBY disandingkan dengan siapapun pasti menang.
 
"Jokowi mungkin percaya omongan ini: Disandingkan dengan sandal jepit pun akan menang. Pasangan yang dipilih tidak harus yang bisa menambah suara. Yang penting tidak mengurangi suara. Itu mirip dengan posisi Pak SBY di periode kedua memilih Pak Budiono. Sebagai cawapres: tua, nurut, tidak mbantahan, tidak menjadi matahari kembar, tidak punya potensi menjadi presiden berikutnya," kata Dahlan.

Baca: JK Atur Strategi Pemenangan Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019

Menurutnya, dengan memilih Kiai Ma`ruf,  Jokowi berharap bisa jadi satu-satunya matahari. "Pertanyaannya benarkah Kiai Ma'ruf Amin tidak mengurangi suara Jokowi? Bagaimana dengan banyaknya  Ahoker (pendukung Basuki Tjahaja Purama) yang bukan Jokower? (pendukung Jokowi)  Tentu mereka kecewa. Kiai Ma'ruf Amin adalah tokoh yang membuat Ahok masuk penjara," ujar Dahlan.
 
Namun, Kata Dahlan, sebagai tokoh sentral 212 Kiai Ma'ruf bisa saja menambah suara Pilpres 2019 dari kalangan Islam. "Meski sejak awal tagline 212 adalah ganti presiden. Tinggal hitung-hitungan, lebih banyak Ahoker yang kecewa atau 212 yang batal ganti presiden," katanya.
 
Sementara itu Prabowo juga dinliai percaya diri. Berani tidak memilih ulama untuk mendampinginya. "Tidak ambil ulama, justru ambil anak muda. Tidak takut 212 lari ke sana (Jokowi), "ujarnya.






(FZN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id