PDIP Masih Menimbang Pendamping Jokowi, termasuk AHY

Whisnu Mardiansyah 04 Mei 2018 13:26 WIB
pilpres 2019
PDIP Masih Menimbang Pendamping Jokowi, termasuk AHY
Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno--Antara/Widodo S Jusuf
Jakarta: PDI Perjuangan (PDIP) enggan berspekulasi terkait kemungkinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi pendamping Presiden Joko Widodo. Sebab, elektabilitas cawapres dianggap dinamis.

"Semua tokoh yang potensial masuk daftar panjang kami. Kami adalah rumah besar bagi talenta bangsa, inklusif," kata Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno saat dihubungi wartawan, Jumat 4 Mei 2018.

PDIP enggan terburu-buru mendesak Presiden Joko Widodo segera mendeklarasikan calon pendamping. "Persepsi publik masih mudah berubah. Perbedaan metodologi juga menghasilkan hasil berbeda," ujarnya.


Hendrawan mengatakan PDIP tak mengandalkan hasil satu lembaga survei. Pasalnya, ada beberapa lembaga survei lain yang menempatkan elektabitas tertinggi calon lain. 

"Survei lain bilang JK diharapkan maju lagi karena menjadi cawapres terfavorit. Yang lain lagi rilis Cak Imin terus meningkat. Ada lagi yang melihat Rizal Ramli cawapres potensial. Pokoknya industri survei bergeliat," pungkasnya.

Baca: Survei: AHY Pimpin Bursa Cawapres Jokowi

Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memimpin bursa calon wakil presiden (cawapres) bagi Presiden Joko Widodo di Pilpres 2019. Elektabilitas AHY tertinggi dalam survei Indikator Politik Indonesia. 

Dari 19 nama, elektabilitas AHY sebagai pendamping Jokowi mencapai 16,3 persen. Dia unggul dari nama-nama tenar seperti Gubenur DKI Jakarta Anies Baswedan (13 persen), mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo (7 persen), bahkan Menteri Keuangan Sri Mulyani (6,1 persen).



(YDH)