Presiden Joko Widodo. Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo. Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden

Presiden: Dunia Butuh Solusi Permanen Menghadapi Krisis Kesehatan

Nasional Jokowi kesehatan covid-19 pandemi covid-19 Presidensi G20
Antara • 20 Januari 2022 20:43
Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan dunia tengah membutuhkan solusi permanen dalam menghadapi persoalan kesehatan yang tidak terduga. Seperti pandemi covid-19 saat ini.
 
"Ke depan kita perlu solusi yang permanen agar dunia mampu menghadapi permasalahan kesehatan yang tidak terduga," kata Presiden Jokowi dalam pidatonya saat menghadiri World Economic Forum secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis, 20 Januari 2022.
 
Presiden Jokowi menyampaikan semua pihak harus mengevaluasi kondisi saat ini. Menurutnya, krisis covid-19 menunjukkan rapuhnya ketahanan kesehatan di semua negara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Presiden berpandangan kolaborasi seperti Covax Facility hanya solusi sesaat. Peran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga belum mencakupi banyak hal strategis bagi kehidupan dunia.
 
Oleh karena itu, Jokowi menekankan perlunya solusi permanen dalam menghadapi permasalahan kesehatan yang tidak terduga. 
Jokowi menegaskan Presidensi G20 Indonesia akan memperjuangkan penguatan arsitektur sistem ketahanan kesehatan dunia. 
 
Seperti pembiayaan darurat kesehatan dunia, pembelian vaksin, pembelian obat-obatan, hingga pembelian alat kesehatan. Kemudian merumuskan standar protokol kesehatan global yang antara lain mengatur perjalanan lintas batas negara agar standar protokol kesehatan di semua negara bisa sama.
 
Baca: 
Jokowi: Presidensi G20 Indonesia Jawaban Atas Ketidakpastian Global
 
Lalu, memberdayakan negara berkembang dalam hal kapasitas manufaktur lokal berupa pengelolaan hak paten akses-akses terhadap teknologi investasi di alat kesehatan dan obat-obatan.
 
"Dibutuhkan pembiayaan bersama untuk arsitektur baru sistem ketahanan kesehatan dunia tersebut," jelas Jokowi.
 
Menurut Jokowi, biaya arsitektur itu jauh lebih kecil dibandingkan kerugian dunia saat kerapuhan sistem kesehatan global saat menghadapi pandemi covid-19.
 
"Seharusnya negara maju tidak keberatan untuk mendukung inisiasi bersama ini. Tentu saja G20 akan sangat berperan sekali dalam menggerakkan pembangunan arsitektur ketahanan kesehatan global ini. Artinya dibutuhkan sebuah kesepakatan bersama di G20 terlebih dahulu," ujar Jokowi.
 
(NUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif