Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Masyarakat Diimbau Tak Panik Soal Potensi Gempa atau Tsunami

Nasional tsunami Gempa Bumi
Suryani Wandari Putri Pertiwi • 28 September 2020 01:22
Jakarta: Masyarakat diminta todak panik menanggapi informasi adanya potensi gempa megathrust dan tsunami setinggi 20 meter. Warga diharap lebih tenang dan meningkatkan kewaspadaan setiap mendapat informasi.
 
"Kami berharap masyarakat terus meningkatkan literasi, selanjutnya tidak mudah kagetan setiap ada informasi potensi bencana," kata Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono di Jakarta, Minggu, 27 September 2020.
 
Daryono berpendapat kecemasan dan kepanikan publik muncul karena adanya kesalahpahaman tentang informasi potensi gempa megathrust dan tsunami. Apalagi, informasi itu menyebut jika potensi tsunami setinggi 20 meter.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tsunami sebesar itu bisa terjadi manakala dua segmen lempeng bumi di zona megathrust selatan Jawa bergerak simultan. Gempa lebih dari magnitudo 8,7 memungkinkan terjadinya tsunami besar.
 
Namun, menurut dia, informasi mengenai potensi gempa berdasarkan pemodelan yang dibuat para ahli sebenarnya ditujukan sebagai acuan mitigasi. Sayangnya, sebagian warga kurang memahami dan menganggapnya sebagai potensi bencana yang akan terjadi dalam waktu dekat.
 
"Ini masalah sains komunikasi yang masih terus saja terjadi, karena hingga saat ini masih ada gap atau jurang pemisah antara kalangan para ahli dengan konsep ilmiahnya dan masyarakat yang memiliki latar belakang dan tingkat pengetahuan yang sangat beragam," kata Daryono.
 
Baca: Peneliti ITB Beberkan Hasil Risetnya Tentang Potensi Tsunami 20 Meter
 
Dia mengatakan kepanikan masyarakat semacam ini sering berulang setelah tsunami melanda Aceh pada 2004. Beberapa kasus bahkan terjadi lantaran media tidak utuh dalam menyajikannya sehingga menimbulkan salah persepsi di kalangan masyarakat.
 
"Masyarakat juga jangan mudah terpancing dengan judul berita dari media yang dengan bombastis memberitakan potensi bencana," kata Daryono.
 
Dia menjelaskan zona megathrust sebenarnya sekedar istilah untuk menyebutkan sumber gempa tumbukan lempeng di kedalaman dangkal. Seluruh aktivitas gempa yang bersumber di zona megathrust disebut sebagai gempa megathrust dan gempa megathrust tidak selalu berkekuatan besar.
 
Hingga saat ini belum ada teknologi yang bisa digunakan untuk memprediksi kapan dan di mana gempa akan terjadi dan seberapa besar.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif