BMKG: Gempa Situbondo Berjenis Dangkal
Ilustrasi gempa bumi - Medcom.id.
Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menggolongkan gempa di Situbondo berjenis dangkal. Gempa akibat aktivitas patahan. 

"Dengan memerhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal yang diperkirakan akibat aktivitas patahan di zona back arc thrust," kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono dikutip dari Antara, Kamis, 11 oktober 2018. 

Rahmat mengungkapkan hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa bumi di
wilayah Laut Bali itu dibangkitkan deformasi atau pemisahan batuan dengan mekanisme pergerakan sesar naik. Guncangan gempa dilaporkan dirasakan di daerah Denpasar dalam skala intensitas III-IV MMI.


Sementara kawasan Karangkates, Gianyar, Lombok Barat, Mataram, Pandaan di angka III MMI. Hasil pemodelan menunjukkan gempa tidak berpotensi tsunami.

(Baca juga: Sembilan Warga Luka Tertimpa Reruntuhan di Sumenep)
  
Hingga pukul 02.30 WIB, hasil monitoring BMKG sudah terjadi satu kali gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo 3,4 Skala Richter.

"Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," tutur dia. 

Gempa Situbondo berkekuatan 6,3 SR terjadi pada Kamis, 11 Oktober 2018 pukul 01.44 WIB. Lokasi gempa terletak di Laut Bali atau sekitar 61 kilometer arah timur laut Situbondo Jawa Timur.





(REN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id