Belum Ada Data Antemortem dari Keluarga Pilot
Petugas Posko DVI RS Polri melayan keluarga korban pesawat Lion Air JT610 yang datang untuk menyerahkan berkas milik korban di RS Polri, Jakarta, Senin (29/10).
Jakarta: Keluarga Pilot Lion Air PK-LQP Captain Bhavye Suneja asal India dan keluarga penumpang warga negara Italia Andrea Manfredi belum menyerahkan data antemortem pada pihak RS Polri Kramat Jati. Tim masih menunggu kedatangan keluarga. 

Dari informasi yang didapat Medcom.id, dua keluarga WNA itu belum mendatangi RS Polri. Kepala Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri Kombes Lisda Cancer membenarkan informasi tersebut.

"Kita serahkan pihak Lion. Lion yang akan menghubungi Kedubes. Kita menunggu saja dari pihak Lion agar keluarga menyerahkan data antemortem ke kita," kata Lisda saat berbincang dengan Medcom.id di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat, 2 November 2018.


Dihubungi terpisah, Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro mengatakan telah berupaya menyampaikan informasi tersebut baik kepada keluarga Bhavye maupun Manfredi. Keluarga dua WNA itu juga telah diakomodasi sebagaimana mestinya.

Danang memastikan tidak ada perlakuan berbeda untuk dua keluarga WNA tersebut. Mereka juga akan memfasilitasi keluarga Bhavye dan Manfredi ke Indonesia.

(Baca juga: Tim DVI Terus Upayakan Identifikasi Korban)

"Lion Air mengakomodasi kebutuhan keluarga penumpang maupun kru, termasuk menyerahkan data DNA atau data forensik antemortem yang dibutuhkan untuk identifikasi di RS Polri. Dari Italia, keluarga di sana kita fasilitasi sebagaimana kita fasilitasi keluarga-keluarga lainnya," tutur Danang. 

Danang mengaku perusahaan telah menerbangkan keluarga Bhavye dan Manfredi ke Indonesia kemarin. Keluarga Bhavye telah tiba di Indonesia, sementara keluarga Manfredi masih dalam perjalanan dan diperkirakan baru akan tiba malam ini.

"Dari Italia ke sini kan cukup lumayan jauh. Kita sudah komunikasi dengan keluarga di Italia sana. Itu keluarganya yang langsung menyerahkan DNA, data forensik untuk membantu proses identifikasi," tegas Danang.

Sementara, seorang pejabat Kedutaan Besar Italia, Federico Novellino menyebut pihaknya telah dilibatkan sejak awal kecelakaan. Kedutaan juga terus melakukan komunikasi. 

"Kedubes terus berkomunikasi dengan keluarga dan kami terus mendapat perkembangan terkini dari otoritas Indonesia," tutur dia saat dikonfirmasi Medcom.id.





(REN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id