KTP-el Rusak Dipotong Demi Menghindari Tudingan

M Sholahadhin Azhar 28 Mei 2018 15:10 WIB
korupsi e-ktpe-ktp
KTP-el Rusak Dipotong Demi Menghindari Tudingan
Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh/Medcom.id/Adin
Jakarta: Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh bakal memotong KTP-el rusak. Pemotongan dilakukan demi menghindari tudingan penyalahgunaan di tahun politik.

"Dipotong ujungnya, jadi KTP-el yang rusak, ujung sebelah kanan dipotong semua. Sehingga tak ada lagi kecurigaan bahwa ini akan dipakai untuk proses politik," tegas Zudan di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Senin, 28 Mei 2018.

Zudan menugaskan 50 staf gudang Kemendagri di Semplak, Kabupaten Bogor untuk mengeksekusi itu. Belum jelas jumlah pasti KTP-el rusak yang dikumpulkan di gudang sejak 2010. Staf bakal diutgasi menghitung kartu sembari memotong.


Baca: Polri Tekankan KTP-el Murni Tercecer

Pemotongan dianggap jalan teengah pemusnahan. Penerapan itu harus memiliki payung hukum. Dukcapil tengah berkoordinasi dengan Inspektorat Jenderal untuk merumuskan regulasi.

"Sedang disusun Permendagrinya sehingga ada dasar kuat. Tapi sekarang prinsipnya KTP-el setelah dipotong, enggak bisa digunakan untuk kepentingan lain, tapi fisiknya masih ada," kata Zudan.

Baca: Pengangkutan KTP-el Berdokumen Resmi

Zudan mengungkapkan ada kekhawatiran KTP-el rusak masih dibutuhkan KPK untuk penyidikan. Ia masih menunggu regulasi pemusnahan sebelum menghancurkan.

"Kami belum memusnahkan, karena ada prosedurnya. Kita jaga-jaga juga kalau itu diperlukan pemeriksaan KPK. Tapi kalau jadi alat bukti, itu sudah ada surat dari KPK. Tapi kalau enggak ada, ya kita tidak dijadikan alat bukti. Kita berdoa pemeriksaan KPK cepat usai," ujar Zudan.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantah KTP-el yang tercecer di Bogor merupakan barang bukti kasus korupsi. Semua barang bukti terkait kasus rasuah pasti masih di bawah kendali KPK.

"Saya sudah cek ke penyidik, sejumlah KTP tersebut bukan salah satu alat bukti yang digunakan KPK dalam kasus berjalan," kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Senin, 28 Mei 2018.



(OJE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id