Polisi Halau Warga dari Lokasi Ledakan Gereja di Surabaya

Antara 13 Mei 2018 11:28 WIB
Teror Bom di Surabaya
Polisi Halau Warga dari Lokasi Ledakan Gereja di Surabaya
Personel penjinak bom bersiap melakukan identifikasi di lokasi ledakan Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di Ngagel Madya, Surabaya, Jatim, Minggu 13 Mei 2018. (Foto: Antara/M RISYAL HIDAYAT)
Surabaya: Kepolisian Sektor Gubeng, Surabaya, Jawa Timur, menghalau warga yang ingin melihat dari dekat lokasi ledakan bom di Gereja Santa Maria Tak Bercela, Minggu 13 Mei 2018 pagi. 

Selain di Gereja Santa Maria, ledakan juga melanda Gereja Kristen Indonesia di jalan Diponegoro dan Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) di jalan Arjuna. 

Sejauh ini, menurut keterangan Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Frans Barung Mangera, korban tewas dari ledakan di tiga lokasi mencapai sembilan orang, dengan 40 lainnya mengalami luka-luka.


"Kami mengimbau kepada masyarakat jangan mendekat ke lokasi, karena ini bukan tontonan, setiap sepuluh menit saya akan terus menghalau dan biarkan petugas kepolisian bekerja," kata Kapolsek Gubeng Kompol Sudarto.

Ia mengatakan, bagi yang tidak berkepentingan dilarang mendekat ke lokasi kejadian, karena petugas kepolisian masih bekerja terkait dengan peristiwa tersebut.

Sementara itu, warga yang sebelumnya melihat dari radius 200 meter dari lokasi kejadian harus mundur sampai dengan jarak 500 meter dari lokasi.

Sementara itu sepuluh unit ambulans disiagakan di sekitar lokasi. Dua unit ambulans dilaporkan sudah keluar dari lokasi.

Baca: Sepuluh Ambulans Bersiaga di Gereja Santa Maria

Sebelumnya, dugaan ledakan bom bunuh diri terjadi di tiga gereja di Surabaya, salah satunya berada di Gereja Santa Maria. Kejadian pada sekitar pukul 07.30 WIB itu sempat membuat kaget jemaat yang sedang melakukan misa pagi.

Dalam ledakan di GPPS, diduga berasal dari bom mobil. 

Belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian mengenai apa motif di balik terjadinya dugaan bom di tiga gereja tersebut.

 



(WIL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id