Pimpinan DPR Tinjau Potensi Kerja Sama Indonesia dan Denmark

Anggi Tondi Martaon 15 Mei 2018 14:39 WIB
berita dpr
Pimpinan DPR Tinjau Potensi Kerja Sama Indonesia dan Denmark
Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan dan Dubes Indonesia untuk Kerajaan Denmark Muhammad Ibnu Said. Foto: Dok. DPR
Jakarta: Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan memimpin kunjungan kerja ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kopenhagen, Denmark. Kunjungan itu dilakukan untuk melihat potensi kerja sama yang dikembangkan oleh kedua negara.

“Kami ingin memperdalam potensi kerja sama ekonomi antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah Denmark. Dalam kapasitas kami sebagai Pimpinan DPR untuk membantu dan memperlancar kerja sama antar pihak eksekutif kedua negara. Kami juga ingin melihat lebih jauh isu-isu terkait ekonomi global yang ada di Denmark,” kata Taufik dalam keterangan tertulis, Selasa, 15 Mei 2018.

Pimpinan DPR RI Koordinator Bidang Ekonomi dan Keuangan itu mengatakan, ada beberapa potensi yang bisa ditindaklanjuti oleh kedua belah pihak, di antaranya bidang farmasi dan pertanian.


Selanjutnya, bidang pengelolaan energi. Taufik menyebutkan, Denmark merupakan salah satu negara yang piawai mengelola renewable energy (energi terbarukan).

“Potensi-potensi pusat energi terbarukan, non fosil, dan ramah lingkungan banyak dikembangkan di Denmark. Misalnya pembangkit listrik sumber daya angin, termasuk industri radar. Ini beberapa hal yang ingin kami dapatkan dalam kunjungan ke Denmark ini,” ucap dia.

Selain itu, politikus PAN itu menyebutkan potensi kerja sama bidang pariwisata antara kedua negara juga cukup tinggi. Bahkan, antusiasme masyarakat Denmark yang ingin datang ke Indonesia cukup tinggi setelah KBRI melakukan promosi.

“Kami akan lebih mendorong peran aktif Dubes kita untuk membantu pemerintah. Kami juga mendorong Kemenpar untuk bersinergi dengan KBRI di seluruh dunia yang menjadi perwakilan Indonesia, untuk mempromosikan pariwisata Indonesia,” ucapnya.

Sementara itu, Dubes Indonesia untuk Kerajaan Denmark Muhammad Ibnu Said mengatakan, hubungan kerja sama antara Indonesia dengan Denmark saat ini sudah sebagai mitra strategis. Menurutnya, saat ini peningkatan kerja sama difokuskan pada bidang ekonomi, investasi, perdagangan, pariwisata, tenga kerja, infrastruktur, maritim, dan pendidikan.

“Ada kendala dalam bisnis menurut para pengusaha terkait dengan perlu adanya kepastian regulasi, perpajakan, masalah penguasaan lahan atau pertanahan, juga terkait masalah perburuhan, dan infrastruktur. Semua itu dapat kita atasi dengan memberikan pemahaman dan pengertian bahwa Idnonesia saat ini merupakan negara yang transpasaran dan akuntabel dalam peningkatan hubungan kerja sama ekonomi,” kata Ibnu.

Sementara terkait pariwisata, Ibnu menjelaskan, kunjungan wisatawan Denmark ke Indonesia mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Pada tahun 2015 terdapat 27 ribu kunjungan dan meningkat menjadi 47 ribu kunjungan pada tahun 2017. 

Kemudian untuk bidang investasi, ia berharap adanya peningkatan terkait dengan renewable energy, dan perdagangan, khususnya peningkatan ekspor kelapa sawit dari Indonesia ke Denmark.

“Kita berharap dengan kunjungan Wakil Ketua DPR RI ini yang menangani masalah ekonomi dan keuangan ini, hubungan kedua negara tambah meningkat dan mendorong peningkatan kerja sama perdagangan, investasi, dan pariwisata,” ucap Ibnu.



(ROS)