Polri Desak DPR Rampungkan RUU Terorisme
Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto--MI/Rommy Pujianto
Jakarta: Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mendesak DPR RI khususnya Komisi III segera merampungkan Rancangan Undang Undang Terorisme. Ini supaya kepolisian dapat bergerak sebelum teror terjadi. 

"Revisi UU Terorisme segera rampung agar ada payung hukum tindakan untuk tindakan preventif," kata Setyo di Lobby Divisi Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Minggu, 13 Mei 2018.

Ia mengungkapkan UU Terorisme saat ini sifatnya baru memberikan kewenangan untuk melakukan penangkapan selama 7x24. Penangkapan juga boleh dilakukan usai tindakan teror terjadi. 


RUU Terorisme, lanjut dia, merupakan ujung dari sulitnya polisi dengan cepat menindak terduga teroris yang telah terindikasi melakukan aktivitas terorisme.

Selain itu, dalam RUU Terorisme dapat memberikan kewenangan pada polisi melakukan penyelidikan terduga teroris yang terindikasi bergabung dengan kelompok jaring teror, kepemilikan senjata api dan peluru tidak berizin sesuai UU. 

(Baca juga: PGI Menuntut DPR Segera Kelarkan RUU Terorisme)

"UU sifatnya responsif, para teroris tidak dapat ditangkap bila belum ada tindakan langsung," tambah dia. 

Setyo berharap RUU yang telah setahun tidak menemui titik terang ini, dapat segara dirampungkan. Sehingga pihak kepolisian dapat mencegah jaringan teroris yang saat ini terindikasi muncul kembali ke permukaan. 

"Kita harapkan segera diselesaikan dan diberikan payung hukum kepada petugas Polri untuk dapat melakukan upaya represif untuk preventif," pungkas dia. 

Saat ini, Undang-undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme masih dalam tahap pembahasan DPR. Salah satu yang menjadi hambatan yakni keterlibatan TNI dalam pemberantasan terorisme. 





(REN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id