BNN Bongkar Peredaran Sabu di Lapas Lubuk Pakam

Arga sumantri 22 September 2018 10:08 WIB
narkobasabu
BNN Bongkar Peredaran Sabu di Lapas Lubuk Pakam
Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Pol Arman Depari--Medcom.id/Pythag Kurniati
Jakarta: Badan Narkotika Nasional (BNN) membongkar peredaran narkotika di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Lubuk Pakam, Tanjung Morawa, Deli Serdang, Sumatera Utara. Seorang sipir dan narapidana ditangkap.

Deputi Bidang Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari menjelaskan pengungkapan ini berdasarkan operasi yang dilakukan BNN sejak 16-21 September 2018. Mulanya, BNN menerima informasi ada pengiriman narkoba jenis sabu dari Malaysia yang ditujukan ke LP Lubuk Pakam.

"BNN pusat melakukan penyelidikan di Lapas Lubuk Pakam dan menangkap seorang tersangka atas nama Bayu (kurir)," kata Arman dalam keterangan tertulisnya kepada Medcom.id, Sabtu, 22 September 2018.


Arman mengatakan, Bayu ditangkap saat mengantar contoh sabu seberat 50 gram ke Lapas Lubuk Pakam. Sabu itu rencananya akan diedarkan dan digunakan di dalam Lapas.

Baca: Polri: Hampir 98 Persen Kasus Narkoba Dikendalikan dari Lapas

Sabu yang diantar Bayu diterima oleh sipir bernama Maredi. Hasil interogasi, sipir Maredi diduga menerima sabu atas suruhan seorang Napi Lapas Lubuk Pakam bernama Dekyan. "Maredi dan Bayu ditangkap di Lapas pada saat serah terima narkotika," ungkapnya.

BNN lalu melakukan pengembangan dan menangkap lima tersangka lain, yakni Edu, Elisabeth, Dian, Edward, dan Husaini. Total delapan orang ditangkap terkait dugaan peredaran narkoba di Lapas Lubuk Pakam ini.

"Menyita barang bukti narkoba 36 kilogram sabu serta alat-alat pendukung dalam tersangka melakukan kejahatannya," ucap Arman.

Selain 36 kilogram sabu, BNN juga menyita 3.000 butir ekstasi. Disita pula duit Rp681.635.500 yang diduga hasil penjualan narkoba. Lalu ada juga kartu ATM, buku tabungan, alat komunikasi, timbangan digital, pasport, mobil, motor, dan sejumlah barang bukti lain yang diamankan.

"Besok tersangka dan barang bukti akan dibawa ke BNN pusat untuk disidik dan dikembangkan," pungkasnya.



(YDH)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id