BMKG: Gempa Susulan Terjadi Sampai 4 Minggu Mendatang
Ilustrasi--Medcom.id
Lombok: Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan gempa susulan skala kecil akan terus terjadi hingga empat minggu ke depan. Hal tersebut dinilai sebagai proses alam.

"Kita harus menerimanya," kata Dwikorita di Mataram, Kamis, 9 Agustus 2018.

Kepala BMKG menjelaskan masyarakat harus bersama-sama dalam menghadapi cobaan tersebut. Sebab posisi Pulau Lombok memang berada pada patahan batu besar di bumi.


Gempa yang akan terjadi, menurutnya, hanya pada kisaran 5.0 SR maksimal, atau tidak memiliki efek merusak. Bagi masyarakat yang rumahnya sudah retak akibat gempa besar 7.0 SR pada Minggu, 5 Agustus 2018 diimbau tetap waspada.

Ia menjelaskan juga Pulau Lombok berdekatan dengan batu bumi yang patah dan disebut sebagai Sesar Flores. Bentang patah sesar Flores ini dari Bali hingga utara Laut Flores. Ketika patah terjadi akan memunculkan energi yang sangat besar, patahan terbesar muncul pada 200 tahun silam dan kali ini pengulangan kembali.

Baca: Gempa Susulan Masih Terus Guncang Lombok

Energi tersebut keluar secara berangsur dengan dua kali energinya memiliki efek merusak di Lombok. Daya kekuatan energi tersebut akan terus berasa setelah titik puncaknya, yang biasa disebut gempa susulan.

Berdasarkan data dari BMKG, titik energi terbesar telah keluar pada Minggu, 5 Agustus 2018 yang menyebabkan getaran hingga 7.0 SR. Dan setelah kejadian energi besar tersebut lazim masih menyisakan energi yang kecil. Namun kecil kemungkinan untuk besar kembali.

"Justru akan sangat berbahaya jika setelah gempa besar terjadi, namun tidak ada gempa susulan kecil setelahnya. Berarti masih ada potensi energi besar," katanya menjelaskan.

Namun di Lombok, potensi energi besar tersebut telah terlewati. Ia menginformasikan kepada seluruh masyarakat Lombok diperbolehkan untuk kembali ke rumah masing-masing.

"Warga sudah boleh jika ingin kembali ke rumah, keadaan sudah berangsur aman," kata Dwikorita.

Kepala BMKG menjelaskan bahwa titik puncak getaran gempa dan potensi tsunami sudah terlewati. Sehingga yang muncul hanya getaran gempa susulan yang semakin mengecil.



(YDH)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id